• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

BPDPKS Resmi Tetapkan 52 Proposal Penelitian GRS 2024

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) telah mengumumkan proposal penelitian yang akan didanai sebagai upaya pengembangan industri kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan melalui surat bernomor Peng-3/DPKS/2024 tentang daftar penerima Grant Riset Sawit (GSR) 2024, yang dapat dilihat di link https://www.bpdp.or.id/pengumuman-daftar-penerima-grant-riset-sawit-grs-2024.

Dalam surat tersebut ditetapkan sebanyak 52 proposal riset yang layak untuk mendapatkan dukungan dana penelitian. Proposal riset yang terpilih hasil dari rangkaian seleksi yang dilakukan BPDPKS beserta Komite Penelitian danPengembangan BPDPKS.

“Berkenaan dengan hal tersebut, kami mengucapkan selamat kepada penerima pendanaan Grant Riset Sawit tahun 2024. Perlu kami sampaikan bahwa mekanisme penyaluran dana akan dilakukan melalui kontrak/penjanjian Kerjasama antara Direktur Utama BPDPKS dengan pimpinan Lembaga Penelitian dan Pengembangan,” jelasnya, dalam surat resmi tertanda Eddy Abdurrachman, Direktur Utama BPDPKS, yang ditetapkan pada Senin (22 Juli 2024).

Seperti diketahui, Program Penelitian dan Pengembangan Sawit merupakan salah satu upaya Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk melakukan penguatan, pengembangan dan peningkatan pemberdayaan perkebunan dan industri sawit yang saling bersinergi di sektor hulu dan hilir, demi terwujudnya industri sawit nasional yang tangguh dan berkelanjutan.

Ditahun ini, BPDPKS membuka kembali Program Grant Riset Sawit (GRS) 2024 – “GRS K24” dalam rangka dukungan pendanaan penelitian dan pengembangan bagi Lembaga Penelitian dan Pengembangan di Indonesia. Dukungan pendanaan ini diberikan dengan tujuan meningkatkan produktivitas/efisiensi, sustainability dan mendorong penciptaan produk/pasar baru serta nilai tambah kelapa sawit melalui penelitian dan pengembangan kelapa sawit yang hasilnya dapat dimanfaatkan oleh industri kelapa sawit, pemerintah maupun oleh petani/masyarakat sawit.

Sementara itu, dikutip dari yang telah dipublikasikan sebelumnya di https://ekon.go.id/publikasi/detail/1130/pentingnya-riset-dan-pengembangan-bagi-industri-sawit-berkelanjutan, Riset dan pengembangan terhadap industri kelapa sawit perlu menitikberatkan pada 3 (tiga) pilar. Pertama, untuk penguatan, pengembangan, dan peningkatan pemberdayaan perkebunan dan industri sawit yang saling bersinergi di sektor hulu dan hilir.

Kedua, mengenai konsolidasi data luas lahan, produktivitas kebun, pabrik kelapa sawit, dan petani sawit. Hal ini diperlukan untuk membantu penyusunan kebijakan perbaikan tata niaga Tandan Buah Segar (TBS), peningkatan SDM pekebun rakyat, serta pengembangan strategi diplomasi sawit internasional.

Sementara yang ketiga adalah pengembangan pasar domestik melalui penggunaan bahan bakar nabati berbasis sawit. Penggunaan energi akan diarahkan untuk seluruh modal transportasi termasuk penerbangan.

Artikel Terkait