• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

BPDPKS dan Ditjenbun Dukung IPB Traning Tingkatkan Skill 85 Petani Sawit dari Provinsi Aceh

Banda Aceh, SAWIT INDONESIA – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mengelola usaha perkebunan kelapa sawit, IPB Trainig dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Ditjen Perkebunan berikan pelatihan kepada 85 petani sawit.

Kali ini, pelatihan diikuti oleh petani sawit asal Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya, Provinsi Aceh, dengan dua modul pelatihan yaitu Teknis Budidaya Tanaman Kelapa Sawit dan Panen & pascapanen, yang diadakan selama enam hari (1 – 5 Juli 2024), di salah satu hotel di Banda Aceh.

Saat pembukaan, pada Senin (1 Juli 2024) kegiatan pelatihan dihadiri Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, Azanuddin; Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Aceh Barat, Mulyadi; Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Nagan Raya, Bustami; Ketua Sekretariat Tim Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit, Ditjen Perkebunan, Eva Lizarmi; Ketua Tim Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan BPPSDMP (Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian), Apuk Ismane; dan enam trainer/instruktur profesional yang merupakan bagian dari IPB Training yang memberikan atau menyampaikan materi dan praktik terkait pengelolaan kelapa sawit kepada peserta.

Kehadiran stakeholders pada acara pembukaan sebagai wujud perhatian dan memberikan dukungan pada kegiatan pelatihan yang diadakan IPN Training yang didukung BPDPKS dan Ditjen Perkebunan (Ditjenbun).

Perwakilan trainer IPB Training, Dr. Ir. Hariyadi, M.S menyampaikan pentingnya diadakan pelatihan karena petani perlu memahami bagaimana teori dan praktiknya.

"Mengelola perkebunan sawit tidak hanya menanam saja tetapi perlu paham teori serta praktiknya sehingga penting para peserta dapat mengikuti kegiatan pelatihan SDM Perkebunan Kelapa Sawit agar dapat menambah pengetahuan dan keterampilan," katanya, melalui keterangan yang diterima redaksi sawitindonesia.com, pada Sabtu (5 Juli 2024).

Sementara itu, perwakilan dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Eva Lizarmi menyampaikan bahwa sawit merupakan salah satu komoditas penyumbang penerimaan negara terbesar di Indonesia.

"Para peserta perlu mengetahui bahwa saat ini merupakan komoditas terbesar sebagai penyumbang penerimaan negara Indonesia. Untuk itu, bersama BPDPKS diadakan pelatihan SDM Perkebunan Kelapa Sawit agar mengetahui pengelolaan sawit yang baik dan benar. Diharapkan para trainer dapat mengisi pelatihan dengan baik dan tidak membosankan bagi para peserta," ujar Eva.

Pada kesempatan yang sama, Apuk Ismane mewakili Kepala BPPSDMP menjelaskan program pelatihan sawit yang diadakan merupakan kegiatan kolaborasi bersama lembaga training, salah satunya adalah IPB Training.

"Kegiatan pelatihan petani sawit juga dilaksanakan di beberapa daerah di Indonesia dan IPB Training menjadi salah satu lembaga pelaksana pelatihan ini yang juga telah dilakukan pada tahun sebelumnya," ucapnya.

Kegiatan pelatihan disambut baik

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, yang diwakili Azanuddin mengatakan pihaknya menyambut baik dan berharap agar kepastian pelatihan dapat diikuti oleh petani sawit dari daerah lainnya di Provinsi Aceh.

"Diharapkan kegiatan pelatihan ini dan semakin luas ke daerah lainnya. Kami juga berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik," katanya.

Dalam pelaksanaannya, untuk modul Teknis Budidaya Tanaman Kelapa Sawit dirancang dengan tujuh materi yaitu persiapan benih dan penanaman, pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM), pengendalian organisme pengganggu tanaman (penyakit, gulma, dan hama), serta kegiatan praktik laonnya yang menunjang pelatihan, sedangkan beberapa materi pelatihan panen dan pascapanen, persiapan panen, organisasi sistem panen, kriteria matang panen, tatacara panen, dan pengangkutan serta ketelusuran panen.

Pelaksanaan pelatihan ini dilakukan menggunakan metode pelatihan yang interaktif serta diskusi dua arah sehingga petani cukup antusias mengikuti pelatihan. Selain itu, pada hari keempat pelatihan ada kegiatan kunjungan lapang ke PT Agro Sinergi Nusantara agar peserta dapat melihat langsung pengelolaan sawit yang baik, mulai dari pembibitan sawit, pengelolaan TBM, pengelolaan TM, pemanenan sawit, pemupukan sawit serta mengunjungi langsung loading pabrik.

Kolaborasi dan dukungan yang baik dari pemerintah pusat dan daerah Provinsi Aceh, lembaga pendidikan sepert Institut Pertanian Bogor, dan komitmen petani yang kuat diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sawit dan perekonomian negara.

Artikel Terkait