• Rabu, 30 September 2026
Berita Terbaru

BPDPKS Adakan Workshop Pengenalan Industri Sawit untuk Mahasiswa Peserta Lomba Riset Sawit

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Badan Pengelola Dana Perkebunan KelapaSawit (BPDPKS), mengadakan “Workshop Pengenalan Industri Sawit” bagi peserta Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa Tahun 2023-2024. Yang tak lain untuk memberikan pembekalan dan pengetahuan tentang perkebunan dan industri kelapa sawit. kepada 40 kelompok riset mahasiswa.

Kegiatan ini, diikuti oleh 116 peserta (40 kelompok) yang berasal dari 27 Perguruan Tinggi (red-universitas) di seluruh wilayah di Indonesia, yang dilaksanakan selama dua hari (Rabu – Kamis, 28 – 29 Februari 2024), di Pekanbaru, Riau.

40 kelompok ini merupakan para peserta Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa yang telah diseleksi dan mendapatkan pendanaan riset dengan dana maksimal Rp20 juta.

Dalam Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa, terdapat 7 (tujuh) fokus penelitian sawit dalam lomba ini yaitu Bioenergi, Biomaterial, Budidaya, Pasca - Panen, Lingkungan, Pangan/Kesehatan dan SosialEkonomi/Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Untuk kegiatan lomba riset sawit dilakukan sekitar 6 hingga 8 bulan dan dapat menjadi objek penelitian mahasiswa untuk penyelesaian tugas akhirnya. Berbeda dengan Grant Riset Sawit yang jangka waktu penelitiannya mencapai 3 tahun.

Kepala Divisi Program Pelayanan BPDPKS, Arfie Thahar menyampaikan (Workshop Pengenalan Industri Sawit) di hari pertama, para peserta mendapatkan materi dari dua narasumber yang mewakili Tim Penilai Lomba Riset, yaitu Dr. Bandung Sahari dan Dr. Aiyen Tjoa.

“Materi yang disampaikan mulai dari pengenalan industri kelapa sawit dari sektor upstream, midstream dan downstream dan tata cara penulisan ilmiah,” jelasnya, dikutip dari laman resmi https://www.bpdp.or.id/.

Sementara, lanjut Arfie, pada hari kedua, para peserta diajak langsung untuk melihat dan mempelajari industri kelapa sawit di salah satu perusahaan milik PT Astra Agro Lestari Group yaitu PT Kimia Tirta Utama (PT KTU). Lokasinya berada di "Peat Station PT KTU" dan pabrik pengolahannya.

“Para mahasiswa peserta lomba riset melakukan field trip untuk melihat operasional kebun kelapa sawit berlahan gambut, laboratorium riset dan pabrik kelapa sawit milik PT KTU,” tambah Arfie.

Dalam kunjungan, para mahasiswa lomba riset sawit diajarkan tentang “Best Management Practices” yang dijalankan oleh PT KTU. Diantaranya tentang water management system perkebunan kelapa sawit di lahan gambut dalam rangka untuk menjaga tanah tetap lembab dan pertumbuhan tanaman kelapa sawit tidak terganggu serta beberapa teknik pengukuran faktor emisi di lahan gambut.

Selain itu, dijelaskan juga tentang proses penyerbukan kelapa sawit dengan bantuan serangga jenis Elaeidobius kamerunicus yang merupakan agen penyerbukan yang banyak digunakan oleh perkebunan sawit di Indonesia.

Tidak hanya mengunjungi kebun, para pserta diajak untuk melihat pabrik dan laboratorium riset. Laboratorium yang aktif melayani jasa analisis sejak 2016 ini memiliki instrumen laboratorium yang cukup lengkap untuk pengecekan kualitas tanaman kelapa sawit.

Artikel Terkait