• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

BPDP Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo di Bidang Pangan dan Energi

Bogor, SAWIT INDONESIA – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) akan memperkuat program sawit untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo di bidang pangan serta energi. Hal ini disampaikan Kepala Divisi Perusahaan BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan) Achmad Maulizal saat memberikan sambutan dalam pembukaan Workshop Jurnalis Industri Hilir Sawit yang diselenggarakan Majalah Sawit Indonesia didukung BPDP, Sabtu (22/2/2025).

“BPDP mendukung workshop hari ini karena untuk mendorong hilirisasi sesuai kebijakan Asta Cita Prabowo Subianto untuk memperkuat hilirisasi di bidang pangan dan energi,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi tema workshop mengenai Strategi Penguatan Hilirisasi Sawit Bagi Pangan dan Energi Indonesia yang akan membahas perkembangan informasi dan gagasan agar kebijakan hilirisasi berjalan baik.

“Selain itu, Workshop ini sesuai dengan arahan BPDP agar memperkenalkan jurnalis dengan proses pengolahan hilir sawit melalui kunjungan ke fasilitas produksi helm sawit dan rompi anti peluru dari tandan kosong kelapa sawit di Bogor,” tambahnya.

Achmad Maulizal menjelaskan penguatan sawit ini juga sudah tertuang di program-program Presiden Prabowo seperti dalam RPJMN 2025-2029.

“Untuk mencapai Indonesia emas, peranan BPDP disini untuk mendorong kemandirian pangan dan energi. Ini menarik sebagai fokus kegiatan hari ini,” ujarnya dalam sambutan.

Dalam konteks swasembada energi, dia menyebut Indonesia harus menyiapkan minyak nabatinya untuk mengganti energi fosil. Menurutnya, hilirisasi sawit pun bisa menopang industri lain seperti maritim.

“Misalnya, helm sawit ini untuk mendukung kegiatan maritim. Lalu perahu-perahu yang terbuat dari hasil samping sawit juga bisa mendukung kegiatan maritim nelayan,” sambungnya.

Achmad Maulizal menambahkan, fokus BPDP tahun ini terus menggenjot pelaksanaan PSR tetap. Tanpa PSR, Mauli mengatakan produktivitas sawit Indonesia terus menurun. Saat ini saja, produktivitas petani hanya 2,5 ton – 3 ton per ha per tahun.

BPDP juga menyampaikan rencana kerja untuk tahun 2025, salah satunya program pengembangan sumber daya manusia (SDM) perkebunan sebanyak 27 ribu orang. Target itu terdiri dari 4.000 penerima beasiswa (mahasiswa baru), 15.000 peserta pelatihan untuk perkebunan kelapa sawit, 3.000 peserta pelatihan untuk perkebunan kakao, dan 5.000 peserta pelatihan untuk perkebunan kelapa.

Program lain, yakni penelitian dan pengembangan dengan target jumlah riset sebanyak 110 paket. Pada program ini, BPDP menargetkan komersialisasi hasil riset melalui kerja sama dengan Asosiasi Inventor Indonesia (AII) serta perluasan bidang riset untuk komoditas kakao dan kelapa.

Pada program peremajaan perkebunan kelapa sawit, pada tahun 2025 ditargetkan dapat mencapai seluas 120.000 hektare (ha). Sedangkan peremajaan kakao ditargetkan 5.000-10.000 ha serta peremajaan kelapa 5.000-10.000 ha.

Di bidang sarana dan prasarana yang salah satunya berupa intensifikasi lahan melalui penyediaan pupuk dan pestisida, serta promosi perkebunan yang salah satunya berupa perluasan pasar ketiga komoditas melalui pameran dagang. Terkait insentif biodiesel, BPDP hanya akan menyalurkan dana program PSO sebesar 7,55 juta kiloliter.

Ketua Pelaksana acara Qayum Amri dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan tahun kedua setelah sebelumnya diselenggarakan di Bandung. Sehari sebelumnya, Qayum mengatakan bahwa para jurnalis juga diajaak untuk mengunjungi kerajinan produk samping sawit seperti helm hingga rompi antipeluru yang berasal dari limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) di pabrik PT Interstisi Material Maju.

“Kita melihat secara langsung produksinya seperti apa. Jadi tidak hanya sekadar informasi, teori, tapi juga bisa mengetahui prosesnya. Ini memang salah satu pesan, supaya temen-temen jurnalis berkunjung mengetahui prosesnya. Jadi tersampaikan ke masyarakat bahwa hilir sawit tidak hanya minyak goreng, tapi bisa jadi helm dan pengembangan lainnya,” ujar Pemimpin Majalah Sawit Indonesia itu.

Pada Jumat (21 Februari 2025), rombongan jurnalis diajak mengunjungi fasilitas pengolahan tandan kosong kelapa sawit menjadi helm motor, rompi anti peluru, dan kerajinan tangan di PT Interstisi Material Maju. Dr. Siti Nikmatin mengatakan helm yang berasal dari tandan kosong sawit ini merupakan produk green composite yang memiliki beragam keunggulan dibandingkan helm konvensional.

Artikel Terkait