• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

BPDP: UKM Sawit Dapat Berperan Lebih Besar dalam Perekonomian Indonesia

Purwokerto, SAWIT INDONESIA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menegaskan pentingnya kolaborasi media dan pelaku UKM sawit untuk menguatkan citra industri kelapa sawit, sekaligus mendorong pertumbuhan usaha kecil di sektor tersebut. Pesan ini disampaikan Kepala Divisi UKMK BPDP, Helmi Muhansyah, dalam Workshop Jurnalis Promosi UKM Sawit bertema “Kolaborasi Media dan Pelaku UKM Sawit untuk Indonesia Emas 2025” di Purwokerto, Senin (24 November 2025).

Helmi menekankan bahwa industri sawit masih menjadi salah satu penopang pendapatan negara yang paling stabil. Indonesia, sebagai produsen sawit terbesar di dunia, kerap mendapat tekanan dari kampanye negatif di Eropa, mulai dari isu deforestasi hingga eksploitasi tenaga kerja.

“Berita bohong yang disampaikan terus-menerus bisa dianggap sebagai kebenaran. Itu seperti teori propaganda Goebbels. Karena itu, kita harus melawannya dengan fakta,” ujarnya.

BPDP, kata Helmi, kini menjadikan persepsi publik sebagai indikator kinerja utama (KPI). Penilaian publik terhadap sawit, biodiesel, hingga peran BPDP menjadi tolok ukur keberhasilan program. “Semakin baik persepsi publik, semakin baik pula nilai kami. Karena itu, kami aktif menggelorakan kebaikan sawit,” tegasnya.

Helmi memaparkan bahwa ragam inovasi turunan sawit kini makin luas—mulai dari rompi, batik sawit, hingga balsam dan produk kecantikan. Ia mencontohkan salah satu perajin batik di Yogyakarta yang omzetnya ratusan juta per bulan, melonjak menjadi miliaran setelah menggunakan bahan berbasis sawit.

Selain itu, riset terbaru menunjukkan potensi sawit sebagai bahan baku tinta, avtur, aspal, hingga pelapis buah. “Bahkan ada professor IPB yang menemukan kandungan gizi sawit setara ASI Ibu,” katanya.

BPDP juga mengajak UKM untuk ikut serta dalam berbagai pameran produk sawit, kakao, dan kelapa. Helmi menyebutkan, komitmen lembaganya adalah mendorong minimal 1.000 UKM perkebunan agar naik kelas.

“Batik sawit dulu omzetnya ratusan juta, sekarang miliaran. Lidi sawit pun sudah masuk pasar ekspor. Ini bukti UKMK Perkebunan bisa kaya bersama BPDP,” ujarnya.

Artikel Terkait