• Jumat, 2 Oktober 2026
Berita Terbaru

BPDP: Realisasi Program PSR 2024,38.247 hektare dengan Dana Tersalur Rp1,295 triliun

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Badan Pengelola Dana Perkebunan ungkap salah satu programnya, yaitu Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) pada 2024 yang hanya terealisasi 38.247 hektare (ha) dengan dana tersalur sebesar Rp1,295 triliun. Capaian itu masih di bawah target yang telah ditetapkan sebesar 70.000 ha.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI, DPR RI, pada Senin (17 Februari 2025), di komplek DPR RI, Senayan – Jakarta.

“Masih belum mencapai target selalu, karena sulit. 2024 angkanya 38.247 hektare dengan dana tersalur sebesar Rp1,295 triliun,” kata Eddy, dikutip dari laman resmi https://www.bpdp.or.id/.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan beberapa hal yang menjadi kendala dalam program PSR. Salah satunya menyangkut persyaratan mengikuti program PSR yang dinilainya sulit.

“Petani kesulitan memenuhi persyaratan mengikuti program PSR, khususnya terkait bebas kawasan hutan atau tidak, terjadi tumpang tindih dengan hak guna usaha dengan perusahaan-perusahaan lain,” ungkapnya.

Kendala lainnya adalah karena harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang sedang tinggi, yakni di atas Rp3.000-an. Kondisi ini menyebabkan pada turunnya permintaan perkebunan mengikuti program PSR. Apalagi jika perkebunan itu merupakan satu-satunya sumber mata pencaharian petani.

“Harga TBS (Tandan Buah Segar) yang saat ini tinggi berdampak pada penurunan permintaan kebun mengikuti PSR, khususnya kebunnya merupakan satu-satunya yang bisa diharapkan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Sedangkan, kendala lainnya, kemitraan dengan perusahaan yang belum optimal,” kata Direktur Utama BPDP.

“Ke depannya kemitraan antara perusahaan dengan pekebun akan lebih digalakkan. Kami, akan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga lain untuk menyederhanakan persyaratan mengikuti PSR,” sambungnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program PSR rata-rata baru mencapai sekitar 50.000 ha per tahun sejak 2017. Padahal Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menargetkan realisasinya 180.000 ha per tahun.

“Rata-rata (PSR) kita baru mencapai sekitar 50.000 ha per tahun dan ini kurang dari 30% dari target yang waktu itu dicanangkan Bapak Presiden (Jokowi) 180.000 ha per tahun,” kata Airlangga dalam Rapat Koordinasi Nasional tentang Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN-KSB) Tahun 2019-2024 di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Kamis (28 Maret 2024).

Artikel Terkait