• Kamis, 1 Oktober 2026
Berita Terbaru

BPDP: Kuota Beasiswa Sawit Naik Menjadi 5.000 Peserta pada 2026

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Badan Pengelola Dana Perkebunan sedang mempersiapkan penyelenggaraan beasiswa sawit di tahun ini sebagai bagian dari program lembaga. Kepala Divisi Perencanaan dan Pelayanan BPDP Nugroho Adi Wibowo menyampaikan bahwa jumlah penerima manfaat dan penyaluran dana untuk pengembangan SDM baik untuk kegiatan Pelatihan dan Beasiswa meningkat cukup signifikan, dan BPDP berkomitmen untuk terus menambah jumlah penerima manfaat program ini pada tahun-tahun selanjutnya.

“Tahun ini jumlah penerima beasiswa sawit ditargetkan 5.000 orang penerima beasiswa. Seiring penambahan beasiswa akan dilakukan peningkatan jumlah lembaga pendidikan penyelenggara beasiswa perkebunan,” jelas Nugroho dalam Kampanye Sawit Baik Bersama Media “Sinergi Media untuk Sawit Berkelanjutan,” di Jakarta (2/3/2026) yang diselenggarakan oleh sawitsetara.co.

Dari 2016 sampai 2025, total penerima beasiswa mencapai 13.265 orang. Lalu lulusan beasiswa sawit berjumlah 3.910 orang.

Secara umum, BPDP memiliki tiga tugas besar: meningkatkan kesejahteraan pekebun rakyat, mendorong hilirisasi, serta mendukung riset dan promosi sawit berkelanjutan. Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan pekebun, BPDP menjalankan program peremajaan sawit rakyat (PSR), sarana dan prasarana, serta pengembangan SDM. Pada 2025, dana PSR disalurkan untuk 43.590 hektare. Sedangkan insentif biodiesel mencapai 6,9 juta kiloliter untuk sektor PSO.

Dasar hukum program beasiswa sawit adalah dasar Permentan Nomor 05 Tahun 2025 dan Keputusan Dirjen Perkebunan Nomor 40 Tahun 2025. Beasiswa ini mencakup 12 program studi untuk jenjang D1 hingga D4, dan 3 program studi untuk jenjang S1. Jenis perguruan tinggi yang bisa ikut antara lain akademi, politeknik, sekolah tinggi, dan universitas.

Sasaran penerima beasiswa adalah pekebun, keluarga pekebun, karyawan/pekerja, keluarga karyawan/pekerja di sektor kelapa sawit, pengurus kelembagaan pekebun, pengurus asosiasi pekebun kelapa sawit, ASN yang bertugas di bidang perkelapasawitan, serta penyuluh sawit.

Dalam laman Instagram Ditjen Perkebunan disebutkan bahwa beasiswa SDM Sawit 2026 untuk pekebun, keluarga pekebun, karyawan/pekerja, pengurus kelembagaan dan asosiasi pekebun sawit, serta ASN dan penyuluh.

Program ini menjadi wujud komitmen dalam mencetak generasi unggul dan profesional di sektor perkebunan kelapa sawit.

Siapkan diri dan pantau informasi resminya melalui ditjenbun.pertanian.go.id dan bpdp.or.id atau melalui media sosial resmi.

sepanjang 2025 pihaknya telah menghimpun dana sebesar Rp31,5 triliun dari pungutan ekspor sawit. “Dana tersebut digunakan untuk program-program kelapa sawit berkelanjutan,” ujarnya.

Secara umum, BPDP memiliki tiga tugas besar: meningkatkan kesejahteraan pekebun rakyat, mendorong hilirisasi, serta mendukung riset dan promosi sawit berkelanjutan. Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan pekebun, BPDP menjalankan program peremajaan sawit rakyat (PSR), sarana dan prasarana, serta pengembangan SDM. Pada 2025, dana PSR disalurkan untuk 43.590 hektare. Sedangkan insentif biodiesel mencapai 6,9 juta kiloliter untuk sektor PSO.

Ada pun program sarpras telah menerbitkan 65 SK dalam bentuk intensifikasi, ekstensifikasi, hingga pembangunan jalan kebun. Sementara pengembangan SDM menjangkau 19.939 orang, termasuk 4.000 penerima beasiswa dan sekitar 15 ribu peserta pelatihan teknis maupun manajerial.

Sedangkan untuk promosi, BPDP menggelar 165 kegiatan sepanjang 2025 dengan anggaran Rp77,7 miliar, melibatkan pelajar, mahasiswa, UMKM, hingga kerja sama media guna membangun sentimen positif terhadap sawit.

Di bidang riset, BPDP membiayai 147 penelitian pada 2025 dengan total dana lebih dari Rp100 miliar, melibatkan lebih dari 1.400 peneliti. “Riset difokuskan pada inovasi yang siap diimplementasikan, termasuk pengembangan produk turunan seperti bensin sawit,” ucap Nugroho.

Artikel Terkait