• Sabtu, 3 Oktober 2026
Berita Terbaru

BPDP Dorong Bintalfisdis Jadi Bekal Kepemimpinan SDM Sawit

YOGYAKARTA, SAWIT INDONESIA — Pembinaan mental, fisik, dan disiplin (Bintalfisdis) menjadi bagian penting dalam menyiapkan mahasiswa penerima program pengembangan sumber daya manusia (SDM) perkebunan kelapa sawit. Selain kemampuan teknis, mahasiswa perlu memiliki disiplin, kemampuan bekerja sama, dan kepemimpinan sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Mohammad Alfansyah, mengatakan kemampuan tersebut dibutuhkan karena lulusan nantinya akan menghadapi lingkungan kerja dengan tenaga yang lebih senior.

“Disiplin, kerja sama, itu pada ujungnya menjadi hal yang paling penting nanti di dunia kerja. Bisa bekerja sama, bisa memimpin, disiplin, itu modal awal yang harus adik-adik miliki,” ujar Alfansyah saat penutupan Bintalfisdis di Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta, Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, pembinaan selama lima hari memberikan pengalaman penting bagi mahasiswa. Namun, ia menilai durasi tersebut masih dapat diperpanjang untuk memperkuat pembentukan karakter dan kepemimpinan.

“Idealnya satu bulan. Nanti untuk tahun depan coba kita lihat apakah memungkinkan dilakukan kegiatan pembinaan mental, fisik, dan disiplin ini selama satu bulan,” katanya.

Alfansyah menjelaskan, pembinaan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan fisik, tetapi juga membentuk kebiasaan disiplin, tepat waktu, mampu bekerja dalam tim, serta memiliki kemampuan memimpin.

Satukan Lebih dari 1.500 Mahasiswa

Bintalfisdis BPDP 2026 area Jawa Tengah dan DIY diikuti lebih dari 1.500 mahasiswa dari enam perguruan tinggi. Keenam perguruan tinggi tersebut yakni AKPY-STIPER, INSTIPER Yogyakarta, Politeknik LPP Yogyakarta, Politeknik YKPN, Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta, dan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro.

Dalam pelaksanaan Bintalfisdis BPDP 2026 area Jawa Tengah-DIY, AKPY-STIPER bertindak sebagai koordinator kegiatan yang mempertemukan mahasiswa penerima program dari enam perguruan tinggi tersebut dalam satu rangkaian pembinaan di AAU Yogyakarta.

Menurut Alfansyah, kegiatan bersama ini menjadi momentum penting untuk membangun karakter, kedisiplinan, dan kebersamaan mahasiswa sebagai calon SDM perkebunan kelapa sawit.

Bintalfisdis tahun ini juga menjadi momentum khusus karena untuk pertama kalinya sekitar 1.550 mahasiswa dari enam lembaga pendidikan di Jawa Tengah dan DIY mengikuti kegiatan bersama.

Menurut Alfansyah, kegiatan tersebut diharapkan menjadi tradisi yang berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Program serupa juga dilaksanakan di sejumlah wilayah lain, seperti Aceh, Medan, Riau, Jakarta, Kalimantan, dan Sulawesi, dengan pola pembinaan yang relatif serupa dan melibatkan lingkungan TNI.

“Kita coba untuk dilakukan kegiatan yang temanya sama, penyelenggaraannya juga hampir sama semua di lingkungan TNI,” ujarnya.

Selain disiplin dan kepemimpinan, Alfansyah mengingatkan mahasiswa untuk tetap rendah hati dan tidak melupakan peran orang tua.

Ia meminta mahasiswa selalu meminta doa dan restu orang tua dalam menjalani pendidikan maupun membangun karier.

“Sebisa mungkin setiap hari kalian harus selalu meminta restu ke orang tua. Karena keberhasilan kalian ditentukan dari keikhlasan dan doa restu dari orang tua,” pesannya.

Ia berharap pengalaman Bintalfisdis di AAU menjadi tonggak awal bagi mahasiswa untuk menyiapkan diri menjadi SDM sawit yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan teknis, tetapi juga berkarakter, disiplin, mampu bekerja sama, dan siap memimpin.

“Ini titik balik kalian untuk bisa memberikan karya terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia,” pungkasnya.

Artikel Terkait