SAWIT INDONESIA - Gelombang 3 pelatihan SDM Sawit yang diselenggarakan BPI adalah pelatihan terakhir tahun 2025 untuk para pekebun sawit asal Sumatera Selatan. Pelatihan diselenggarakan secara paralel 4 angkatan di 2 hotel yang berbeda dengan peserta asal Musi Banyuasin, Muara Enim, Musi Rawas & Musi Rawas Utara yang berjumlah sebanyak 116 orang pekebun sawit. Sedangkan total seluruh peserta pelatihan Gelombang 1,2,3 yang sudah dimulai sejak 20 Mei 2025 dan berakhir 20 Juni 2025 adalah 396 orang.
Pembukaan pelatihan Gelombang 3 dihadiri Rica Octavia, SP mewakili Dinas Perkebunan Propinsi Sumsel, Tuteng Rohmansyah mewakili Disbun Kabupaten Muara Enim dan Rubiyanti, SP, M.Sc mewakili Disbun Kabupaten Musi Banyuasin. Sementara BPI dihadiri langsung oleh Friyandito, SP, MM selaku Direktur Operasional sekaligus sebagai penanggung jawab pelaksanaan pelatihan SDM Kerjasama BPDP & DITJENBUN ini.
Friyandito dalam sambutan pembukaan meyakini bahwa peserta pasti sudah “khatam” dalam cara mengelola kebunnya karena sudah melewati 1 siklus produksi dan kini sudah replanting yang berarti sudah memasuki siklus ke-2. Jika di periode siklus 1 rata-rata produktifitas TBS hanya berada di angka kepala 2 (22-25 ton per ha per tahun), maka setelah pelatihan diharapkan bisa meningkatkan produksi dari kepala 2 menjadi kepala 3 ( diatas 30 ton per ha per tahun) atau bahkan mencapai 40 ton per ha per tahun, hal ini bukan tidak mungkin karena potensi bibit unggul saat ini memiliki produktifitas yang memang berbeda dari bibit unggul yang ditanam pada saat siklus 1 atau generasi pertama. Friyandito mengajak untuk mempelajari semua pengetahuan yang akan dibagikan oleh para narasumber dan mengajak untuk melihat langsung bukti produktifitas pada saat kunjungan lapang dilakukan.
Di Lokasi kebun PT PERKEBUNAN MINANGA OGAN yang menjadi target kunjungan lapang ada blok-blok yang produksinya mencapai 44 ton per ha per tahun. Oleh karenanya Friyandito mengajak untuk terus menggali ilmu pengetahuan, pengalaman dari narasumber sebanyak-banyaknya demi untuk mencapai produktifitas mencapai kepala 3 atau kepala 4, selamat mengikuti pelatihan, jaga kesehatan dan tetap fokus selama pelatihan berlangsung, demikian Friyandito menutup penjelasannya.
Rubiyanti yang mewakili Disbun Kabupaten Musi Banyuasin berpesan agar peserta bisa fokus mengikuti pelatihan, menjaga kesehatan serta bisa menikmati proses selama pelatihan agar hasil pelatihan bisa diterapkan dilapangan dan dapat meningkatkan produktifitas kebunnya. Nanti kalau sudah diluar jam pelatihan bolehlah untuk berkeliling di kota Palembang, demikian Rubiyanti mengakhiri pesannya.
Ir. Heri DB, MM, founder BEST PLANTER INDONESIA dalam kesempatan terpisah mengingatkan para pekebun sawit yang menjadi peserta pelatihan agar mulai konsentrasi menjaga populasi tanaman dari serangan Ganoderma. Hal ini terus diingatkan karena Ganoderma saat ini menjadi ancaman serius yang mematikan sehingga sangat berpengaruh terhadap kelangsungan perkebunan kelapa sawit. Produktifitas tanaman diukur dalam satuan hektar (ha) dengan populasi rata-rata 130 pokok per ha. Apabila serangan Ganoderma tidak dapat diatasi bukan tidak mungkin akan terus menurunkan populasi tanaman yang pada akhirnya produktifitas tanaman akan terus menurun.
Para pekebun disarankan untuk mengendalikan Ganoderma dengan cara memasukkan musuh alaminya yaitu Trichoderma dengan dosis sesuai standar yang dianjurkan. Demikian juga dianjurkan memasukkan bahan organik atau biomasa tanaman selain pelepah yaitu jangkosatau pupuk organik agar kesehatan dan kesuburan tanah terpelihara, demikian Heri DB menutup pesannya.














