• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

BPDP, Ditjenbun dan PT Citra Widya Education Perkuat Kapasitas SDM 155 Pekebun Sawit Morowali Utara

Palu, SAWIT INDONESIA – Daya saing perkebunan kelapa sawit rakyat tidak hanya ditentukan oleh luas lahan maupun penggunaan teknologi, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya. Berangkat dari semangat tersebut, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian dan PT Citra Widya Education (CWE) menggelar Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit bagi 155 pekebun asal Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Pelatihan yang berlangsung di Hotel Aston Palu pada 6–11 Juli 2026 ini menjadi bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026. Sebanyak 155 peserta yang terdiri atas 128 laki-laki dan 27 perempuan dibagi ke dalam lima angkatan untuk memperdalam kompetensi budidaya kelapa sawit berkelanjutan.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Muhammad Neng, S.T., M.M., bersama Direktur Utama PT Citra Widya Education, Ir. Stefanus Nugroho Kristono, M.T., serta Kepala Bidang Perkebunan Kabupaten Morowali Utara, Nursyamsa Patalolo, S.P. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya pelatihan.

Direktur Utama PT Citra Widya Education, Stefanus Nugroho Kristono, mengatakan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan investasi paling penting untuk memperkuat perkebunan sawit rakyat. Menurutnya, produktivitas kebun rakyat masih memiliki ruang yang besar untuk ditingkatkan melalui peningkatan kompetensi pekebun dalam menerapkan praktik budidaya yang benar.

"Selama empat tahun terakhir PT Citra Widya Education dipercaya menjadi mitra penyelenggara pelatihan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan dengan dukungan pendanaan BPDP. Program ini menjadi salah satu upaya memperkecil kesenjangan produktivitas antara perkebunan rakyat dan perusahaan melalui peningkatan kapasitas petani," ujarnya.

Ia menjelaskan, pelatihan dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) di kebun masing-masing. Dengan pengelolaan yang lebih baik, produktivitas, efisiensi usaha tani, kualitas hasil panen, hingga pendapatan pekebun diharapkan dapat meningkat secara berkelanjutan.

Selama enam hari pelatihan, peserta mendapatkan materi dari para praktisi dan narasumber berpengalaman yang membahas teknik budidaya, pemeliharaan tanaman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga pengelolaan kebun yang berkelanjutan. Diskusi dan berbagi pengalaman antar peserta juga menjadi bagian penting agar solusi yang diperoleh sesuai dengan tantangan di lapangan.

PT Citra Widya Education juga berkomitmen memberikan pendampingan setelah pelatihan berakhir agar ilmu yang diperoleh benar-benar diterapkan di kebun peserta. Pendampingan tersebut diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi budidaya dan mendorong peningkatan produktivitas perkebunan rakyat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Neng, mengapresiasi dukungan BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, dan PT Citra Widya Education dalam meningkatkan kualitas SDM pekebun sawit di daerahnya.

Menurutnya, peningkatan kapasitas petani menjadi kebutuhan mendesak agar perkebunan rakyat mampu menghasilkan tandan buah segar (TBS) yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) sekaligus memperkuat daya saing sawit Indonesia.

Morowali Utara dipilih sebagai lokasi pelatihan karena merupakan kabupaten dengan areal perkebunan kelapa sawit terbesar di Sulawesi Tengah, mencapai lebih dari 38.000 hektare yang terdiri atas perkebunan perusahaan, plasma, dan rakyat. Wilayah ini juga didukung lima pabrik kelapa sawit yang menjadi penggerak utama industri sawit setempat.

Melalui pelatihan ini, pemerintah berharap lahir pekebun yang lebih kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjadi penggerak penerapan praktik budidaya sawit berkelanjutan di daerahnya. Dengan SDM yang semakin berkualitas, produktivitas perkebunan rakyat diharapkan terus meningkat sehingga mampu memperkuat daya saing industri sawit nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekebun.Naskah ini menempatkan penguatan kapasitas SDM pekebun sebagai fokus utama, sementara peran BPDP, Ditjenbun, dan PT Citra Widya Education diposisikan sebagai penggerak peningkatan kompetensi yang bermuara pada produktivitas dan keberlanjutan perkebunan sawit rakyat.

Artikel Terkait