• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

BPDP, Ditjenbun, dan IPB Training Bekali Pekebun OKI Belajar di Kebun, Perkuat Praktik Budidaya Sawit Berproduktif Tinggi

BANYUASIN, SAWIT INDONESIA – Menguasai budidaya kelapa sawit tidak cukup hanya melalui teori di ruang kelas. Karena itu, sebanyak 101 pekebun asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, diajak belajar langsung di areal Pusat Penelitian Karet (PPK) Sembawa untuk melihat sekaligus mempraktikkan teknik budidaya sesuai rekomendasi. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit yang diselenggarakan IPB Training dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian.

Di tengah hamparan kebun percontohan, peserta tidak hanya menyimak penjelasan narasumber, tetapi juga mengamati secara langsung setiap tahapan budidaya, mulai dari pembibitan, pemeliharaan tanaman, hingga teknik panen tandan buah segar (TBS). Berbagai persoalan yang selama ini mereka temui di kebun pun didiskusikan secara langsung untuk mendapatkan solusi berdasarkan rekomendasi teknis.

Pelatihan yang berlangsung pada 30 Juni hingga 5 Juli 2026 ini dirancang mengombinasikan pembelajaran teori dengan praktik lapangan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mempercepat pemahaman peserta sehingga teknologi budidaya yang dipelajari tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas kebun rakyat.

Praktik lapangan di PPK Sembawa memberikan pengalaman nyata kepada peserta mengenai pengelolaan pembibitan, pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM), hingga teknik panen yang tepat untuk menjaga mutu tandan buah segar. Melalui sesi diskusi interaktif, peserta juga memperoleh kesempatan berkonsultasi mengenai berbagai kendala teknis yang mereka hadapi di lapangan.

Sebelum mengikuti praktik, peserta telah memperoleh materi mengenai legalitas usaha perkebunan, pentingnya Surat Tanda Daftar Usaha Perkebunan untuk Budi Daya (STD-B), serta penguatan kemitraan dengan pabrik kelapa sawit sebagai bagian dari tata kelola usaha yang semakin profesional.

Materi pelatihan juga membahas pembangunan kebun secara menyeluruh, mulai dari pemilihan benih unggul, pengelolaan persemaian, teknik penanaman, hingga simulasi pengajiran untuk memperoleh jarak tanam yang optimal. Selain itu, peserta dibekali teknik pemeliharaan tanaman, meliputi pengelolaan tata air, kastrasi, penunasan pelepah, serta pemupukan berdasarkan prinsip 5T agar penggunaan pupuk menjadi lebih efektif dan efisien.

Dalam aspek perlindungan tanaman, peserta mempelajari penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), identifikasi dini Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), termasuk penyakit Ganoderma, serta penggunaan pestisida sesuai rekomendasi teknis. Pemahaman tersebut diperkuat melalui praktik sederhana, seperti pengujian kualitas pupuk, pengukuran tingkat keasaman media tanam menggunakan pH meter, hingga simulasi perhitungan kebutuhan pestisida.

Suasana pelatihan berlangsung dinamis. Diskusi aktif antara peserta dan narasumber, serta pertukaran pengalaman antarpeserta dari berbagai wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, menjadi nilai tambah yang memperkaya wawasan mengenai praktik budidaya sesuai kondisi di lapangan.

Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen BPDP, Ditjenbun, dan IPB Training dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pekebun kelapa sawit. Melalui perpaduan teori dan praktik, peserta diharapkan mampu menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) secara konsisten sehingga produktivitas kebun meningkat, biaya produksi lebih efisien, dan pengelolaan perkebunan rakyat semakin berdaya saing serta berkelanjutan.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah enam hari mengikuti pelatihan. Bekal pengetahuan dan pengalaman praktik yang diperoleh diharapkan menjadi modal bagi para pekebun untuk menerapkan budidaya yang lebih baik di kebun masing-masing, sekaligus menjadi contoh bagi pekebun lain dalam mendorong peningkatan produktivitas kelapa sawit rakyat di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Artikel Terkait