• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

BPDP - DITJENBUN - BPI HADIR MELATIH TEMA PANEN DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PEKEBUN SAWIT SUMSEL

Pendapatan pekebun sawit sangat ditentukan bukan hanya budidaya yang baik tetapi adalah Panen dan Pascapanen. Panen dan Pascapanen adalah aktifitas terakhir dalam rangkaian usaha perkebunan sawit, oleh karenanya pembekalan ini sangat penting agar bibit yang sudah ditanam dan tanaman yang sudah dirawat dengan baik benar-benar dipastikan buahnya dapat dipanen secara tuntas dengan kualitas panen sesuai standar Best Management Practices Perkebunan Kelapa Sawit.

Tema pelatihan SDM sawit yang diberikan BPDP & DITJEBUN kepada BPI untuk para pekebun sawit Sumsel pada tahun 2025 adalah Panen dan Pascapanen. Hal ini dilakukan dalam upaya melengkapi pelatihan budidaya sebelumnya agar para pekebun menyadari bahwa kegiatan akhir manajemen perkebunan ini adalah sangat-sangat penting karena akan berhubungan langsung dengan pendapatan petani yang pada akhirnya dapat mewujudkan kesejahteraan para pekebun itu sendiri, dimana kualitas panen yang baik akan mendapat harga yang baik di pabrik.

Pelatihan yang ditargetkan meningkatkan kompetensi para pekebun ini pada akhirnya agar produktifitas tanaman terus meningkat seiring dengan upaya PSR yang sudah menggunakan bahan tanam yang unggul, sehingga diharapkan produktifitas sawit rakyatdapat berkontribusi dalam pencapaian produktifitas nasional yang sekarang masih relatif rendah yaitu +/- 3 ton CPO per ha per tahun, sementara perkebunan yang dikelola korporasi sudah mampu mencapai +/- 6 ton CPO per ha per tahun.

Dalam upaya mencerdaskan para pekebun sawit Sumsel, BPDP & DITJENBUN terus melakukan upaya intensif meningkatkan kompetensi pekebun sawit berupa pelatihan-pelatihan yang pelaksanaanya di kerjasamakan dengan lembaga professional antara lain BEST PLANTER INDONESIA (BPI).

BPI selain memberikan teori dalam kelas yang narasumbernya semua adalah praktisi, juga membawa para pekebun untuk melakukan benchmarking ke perusahaan perkebunan yang mempunyai track record dalam menghasilkan produktifitas tanaman yang tinggi. Tahun ini BPI memilih PT BINA SAWIT MAKMUR (SAMPOERNA AGRO) di Surya Adi Pematang Panggang dan PT PERKEBUNAN MINANGA OGAN di Baturaja.

Kunjungan belajar pekebun ke 2 lokasi tersebut dapat menginspirasi para pekebun sawit karena keduanya dapat menghasilkan produktifitas tanaman yang cukup tinggi yaitu diatas 30 ton TBS per ha per tahun yang bisa menjadi benchmark bagi para pekebun sawit dari Sumsel.

Friyandito, SP, MM sebagai Direktur Operasional BPI dalam keterangannya menyampaikan bahwa pelatihan SDM sawit tahun 2025 diikuti oleh ratusan pekebun sawit dari berbagai kabupaten di Sumsel antara lain pekebun dari Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Musi Rawas Utara.Penyelenggaraanya dilakukan dalam 3 gelombang dengan masing-masing terdiri dari 4-5 kelas yang dikerjakan secara paralel di 2 hotel yang terpisah di Palembang. Total peserta mencapai +/- 400 orang yang dibagi menjadi 13 angkatan.

Kepala Dinas Propinsi Sumatera Selatan, Ir. Agus Darwa, M.Si dalam sambutan pembukaan pelatihan tanggal 17 Mei 2025 menyampaikan bahwa aktifitas panen dan pascapanen ini sebenarnya bapak ibu sudah melakukan, hanya saja apakah yang dilakukan itu sudah benar ? atau apakah sudah memenuhi standar ? Itulah perlunya pelatihan ini dilaksanakan untuk dipelajari kembali dan ditanyakan kepada narasumber BPI agar apa yang sudah dikerjakan dapat diperbaiki sesuai dengan standar yang benar. Inilah maksud dari pelatihan pengembangan SDM ini agar yang sudah dikerjakan akan menjadi lebih baik lagi.

Artikel Terkait