Kotawaringin Timur, SAWIT INDONESIA — Badan Pengelola Dana Perkebunan(BPDP) mendanai riset pengembangan teknologi Autonomous Intermittent Fertilizer Spreader melalui skema Program Grant Riset Sawit (GRS) 2024. Riset yang diketuai oleh Rengga Arnalis Renjani dari INSTIPER Yogyakarta dan tim dari PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) tersebut berhasil diwujudkan dan diperkenalkan langsung di area perkebunan kelapa sawit milik PT BGA di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, pada Sabtu 25 April 2026.
Kepala Divisi Penyaluran Dana Riset – BPDP, Rahmat Widiana, menyampaikan teknologi Autonomous Intermittent Fertilizer Spreader merupakan sistem pemupukan yang dirancang untuk bekerja secara otomatis dengan dukungan navigasi cerdas.
“Teknologi ini memungkinkan pupuk diaplikasikan secara lebih presisi sesuai kebutuhan tanaman, sehingga penggunaan pupuk menjadi lebih efisien,” ujarnya, di lokasi acara pengenalan teknologi Autonomous Intermittent Fertilizer Spreader, pada Sabtu (25 April 2026).
“Selain meningkatkan akurasi pemupukan, teknologi ini juga diharapkan mampu membantu perusahaan perkebunan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual untuk pekerjaan pemupukan yang selama ini menjadi salah satu aktivitas dengan biaya tinggi,” imbuh Rahmat.
PT BGA sebagai mitra industri selain menyediakan lahan kebun sebagai lokasi uji implementasi teknologi, juga menyertakan tim riset internal dalam prosesnya. Keterlibatan perusahaan dalam riset ini dinilai penting agar hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar dapat diterapkan di lapangan sesuai kebutuhan industri.
“Dengan keberhasilan pengembangan ini, teknologi pemupukan outonomous diharapkan dapat menjadi salah satu solusi modern bagi perkebunan sawit Indonesia dalam menghadapi tantangan efisiensi, produktivitas, dan pengelolaan perkebunan berkelanjutan,” kata Rahmat selaku Kepala Divisi Penyaluran Dana Riset, BPDP.
BPDP melalui Program Grant Riset Sawit berkomitmen mendorong lahirnya inovasi berbasis riset yang dapat mendukung peningkatan produktivitas sekaligus keberlanjutan industri sawit nasional.














