• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

BPDP dan Perusahaan Hadir di Kegiatan Praktik Lapangan Mahasiswa INSTIPER Yogyakarta

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Untuk membekali mahasiswa penerima beasiswa sawit program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) yang bekerja di industri kelapa sawit, INSTIPER Yogyakarta menyelenggarakan serangkaian kegiatan praktik lapangan untuk mahasiswanya.

Kegiatan praktik lapangan ini di ikuti 120 mahasiswa penerima beasiswa sawit, yang diselenggaakan pada Mei-Juli 2025, di dikebun SEAT KP2 Ungaran, Jawa Tengah.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut merupakan kegiatan wajib bagi mahasiswa semester lima, untuk membangun pola pikir logis mahasiswa dalam menganalisis masalah dan memberikan solusi berdasarkan data dan fakta. Dalam hal ini, mahasiswa di tuntut untuk dapat menyinkronkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh diperkuliahan dan praktikum yang telah diselenggarakan di kampus.

Kegiatan praktik lapangan mahasiswa penerima beasiswa sawit angkatan kedua ini didesain untuk memberikan pengalaman bagi mahasiswa tentang industri kelapa sawit secara holistik mulai dari proses persiapan lahan, budidaya, pengolahan, mekanisasi, dan manajemen industri kelapa sawit.

Dalam pelaksanaannya, INSTIPER Yogyakarta melibatkan empat prodi yaitu Prodi Agroteknologi yang membidangi bagian budidaya kelapa sawit, Prodi Agribisnis yang membidangi bagian manajemen dan administrasi industri kelapa sawit, Prodi Teknologi Hasil Pertanian yang membidangi bagian pengolahan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit hingga menjadi crude palm oil (CPO) dan produk turunan lainnya, serta Prodi Teknik Pertanian yang membidangi bagian mekanisasi dan sistem informasi di industri kelapa sawit.

Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng., selaku Rektor INSTIPER Yogyakarta menyampaikan, terimakasih kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang telah memberikan kepercayaan kepada INSTIPER Yogyakarta untuk menyelenggarakan pendidikan program beasiswa sawit.

“Sebagai perguruan tinggi yang sejak awal konsisten untuk mencetak SDM bidang perkebunan yang handal dan adaptif terhadap teknologi, INSTIPER berkomitmen untuk memberikan pendidikan terbaik untuk mahasiswa. Salah satunya melalui kegiatan praktik lapangan,” ujarnya, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi sawitindonesia.com.

Dikatakan, Dr. Harsawwardana, praktik lapangan ini merupakan wujud komitmen INSTIPER untuk memberikan pembelajaran kinestetik kepada mahasiswa.

“Sehingga mahasiswa mendapatkan pengalaman secara langsung untuk mendapatkan informasi aspek pekerjaan di bidang industri kelapa sawit dari hulu hingga hilir. Kegiatan praktik lapangan ini tidak hanya melibatkan dosen-dosen yang selama ini mengampu mahasiswa dalam kegiatan kuliah dan praktikum. Melainkan melibatkan INSTIPER Academy yang merupakan kegiatan ko-kurikuler bagi mahasiswa beasiswa SDM PKS,” katanya.

“Untuk praktik lapangan aplikasi drone kami melibatkan INSTIPER Drone Academy, untuk praktik lapangan multi media di Prodi Agribisnis kami melibatkan INSTIPER Multimedia Academy. Hal ini tidak lain untuk memberikan pemahaman dan pengalaman yang terbaik bagi mahasiswa sehingga proses berpikir logis dapat tercapai,” sambung Dr. Harsa sapaan karib Harsawardana.

Dihadiri stakeholders industri sawit

Pada kegiatan kunjungan praktik lapangan mahasiswa 2025, pihak INSTIPER Yogyakarta mengundang stakeholder di industri kelapa sawit, di antaranya BPDP dan perusahaan perkebunan kelapa sawit sebagai mitra kerjanya.

Pada kesempatan itu, Sukarji selaku Komite Pengembangan SDM BPDP, mengutarakan pihaknya mengapresiasi INSTIPER yang konsisten untuk mewarnai dunia perkebunan Indonesia untuk mencetak SDM kelapa sawit.

Praktik lapangan yang diselenggarakan INSTIPER perlu dilakukan untuk pengkaderan SDM untuk memahami budaya kebun dan industri kelapa sawit. Selain teknis operasional, mahasiswa perlu memahami kompetensi manajerial dari perencanaan hingga pelaporan dan memiliki kemampuan untuk menganalisis dan menyelasaikan masalah,” ucapnya.

Michael Adryanto selaku Deputi Managing Director Karyamas Plantation menyampaikan, pihaknya sangat senang melihat kegiatan prakrik lapangan mahasiswa INSTIPER yang telah menyesuaikan SOP perusahaan kelapa sawit.

“Dari pandangan industri kami dapat menghemat waktu 6 bulan jika dibandingkan kami harus mengajari fresh graduate yang belum memahami aspek pekerjaan di industri kelapa sawit. Praktik lapangan penting untuk mendidik dan membekali mahasiswa untuk persiapan terjun di industri kelapa sawit,” katanya.

Artikel Terkait