• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

BPDP dan Majalah Sawit Indonesia Edukasi Pemanfaatan Produk Turunan Sawit kepada 100 Pelaku UKM Madiun

Madiun, SAWIT INDONESIA – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Majalah Sawit Indonesia sukses mengadakan Workshop Temu UKMK dan Promosi Sawit Baik 2025 di Madiun, Jawa Timur, Jumat (23 Mei 2025). Kegiatan ini dihadiri lebih dari 100 peserta dari pelaku UKM, mahasiswa, dosen, dan masyarakat kota Madiun.

“Salam dari Walikota Madiun yang sangat mendukung pengembangan produk UKM. Termasuk penyelenggaran workshop ini yang memperkenalkan manfaat sawit bagi kepada pelaku UKM dan masyarakat,” ujar Agus Siswanta, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kota Madiun.

Agus Siswanta mengatakan pihaknya secara konsisten meningkatkan kapasitas para pelaku UKM melalui berbagai program. Salah satu fokus utamanya adalah mendorong sertifikasi halal, peningkatan keterampilan, hingga perluasan promosi produk.

Workshop ini juga dihadiri narasumber dari BPDP, perguruan tinggi, dan pelaku UKM. Diantaranya Dr. Ir. Luluk Sulistiyo Budi, M.P. (Rektor Universitas Merdeka Madiun), Helmi Muhansyah (Kepala Divisi UKMK BPDP), Miftahudin Nur Ihsan, S.Pd., M.B.A. (Pendiri Smart Batik), dan Argo Suryo Saputro,.S.T (Pendiri Bluder Moju).

Ketua Pelaksana Workshop Temu UKMK dan Promosi Sawit Baik 2025, Qayuum Amri mengatakan Majalah Sawit Indonesia dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan terus berkolaborasi memperkenalkan produk turunan sawit yang dapat dikembangkan pelaku UKM di Indonesia termasuk Madiun.

“Jumlah wisatawan di Kota Madiun terus meningkat setiap tahun, di tahun lalu mencapai 2 juta wisatawan, dari data pemerintah. Adanya workshop ini, kami harapkan pelaku UKM tetap menggunakan ragam turunan sawit seperti minyak goreng, margarin,dan lainnya untuk produk mereka. Selain itu, kami perkenalkan juga kerajinan batik sawit,” ujar Qayuum.

Kepala Divisi UKMK Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Helmi Muhansyah menjelaskan bahwa saat ini BPDP tidak hanya menangani komoditas sawit, namun juga mencakup kelapa dan kakao. Perubahan ini sejalan regulasi terbaru melalui 14 Perpres 132 Tahun 2024 yang memperluas cakupan BPDP.

Dalam presentasinya, dikatakan Helmi, sawit memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Pada 2024, sawit menyumbang devisa sekitar USD20 miliar menurut data BPS. Ditambah lagi dengan adanya penghematan impor dari program B40.

Narasumber Workshop Temu UKMK dan Promosi Sawit Baik 2025 dari kiri ke kanan yaitu Dr. Ir. Luluk Sulistiyo Budi, M.P. (Rektor Universitas Merdeka Madiun), Agus Siswanta (Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kota Madiun), Helmi Muhansyah (Kepala Divisi UKMK BPDP), dan Qayuum Amri (Pemimpin Redaksi Majalah Sawit Indonesia) sebagai moderator. Kegiatan ini berlangsung di Universitas Merdeka Madiun, Jumat (23 Mei 2025).

Helmi juga menekankan bahwa pendanaan BPDP berasal dari pungutan ekspor perusahaan sawit. Dana tersebut kemudian dikelola dan disalurkan untuk berbagai program strategis antara lain promosi sawit, peremajaan sawit rakyat, penyediaan bahan bakar nabati, dan termasuk riset dan pendanaan beasiswa bagi mahasiswa yang meneliti sawit.

“BPDP juga aktif mempromosikan pengembangan produk UKM berbahan sawit di seluruh wilayah Indonesia. Produk yang saat ini sudah berkembang diantaranya helm, lidi, kerajinan batik, bolu,dan produk bernilai tambah lainnya,” tuturnya.

Rektor Universitas Merdeka Madiun, Dr. Ir. Luluk Sulistiyo Budi, M.P. mengatakan Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia menghasilkan sekitar 52 juta ton per tahun, dengan konsumsi domestik mencapai 10,2 juta ton. Industri sawit menyumbang 3,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan memberikan lapangan kerja kepada lebih dari 5,2 juta orang, yang berdampak langsung pada penghidupan sekitar 21 juta jiwa.

Minyak sawit memiliki banyak produk turunan bernilai tinggi. Di sektor pangan, sawit dapat diolah menjadi margarin, shortening (lemak padat untuk roti dan kue), serta bahan makanan lain. Sementara itu, di sektor non-pangan, minyak sawit digunakan untuk membuat kosmetik, sabun, detergen, obat-obatan, hingga plastik biodegradable yang ramah lingkungan.

“Minyak sawit mengandung Vitamin E dan karotenoid yang merupakan antioksidan penting untuk kosmetik dan produk farmasi,” ujar Luluk.

Melalui pemanfaatan inovatif produk turunan sawit, dijelaskan Luluk, pelaku UMKM diharapkan dapat naik kelas, sekaligus berkontribusi dalam menciptakan industri berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan dan kompetitif.

Terkait produk UKM dari sawit juga disampaikan oleh Luluk bahwa pelaku usaha kecil sebaiknya tidak hanya berperan sebagai pemasar, tetapi juga mulai memproduksi sendiri produk-produk turunan sawit. “Produk sawit tidak hanya prospektif, tapi juga solutif untuk pengembangan industri lokal,” tegasnya.

Narasumber sesi kedua dari kiri ke kanan: Miftahudin Nur Ihsan, S.Pd., M.B.A. (Pendiri Smart Batik), Argo Suryo Saputro,.S.T (Pendiri Bluder Moju) yang dimoderatori Robi Fitrianto (Redaktur Majalah Sawit Indonesia).

Pendiri Smart Batik Indonesia, Miftahudin Nur Ihsan mengatakan telah memproduksi batik yang berbahan malam (lilin) sawit. Inovasi ini mengurangi penggunaan lilin tradisional (parafin) dengan malam dari sawit yang bertujuan memanfaatkan sumber daya dari dalam negeri, ramah lingkungan, dan mendukung pembatik Indonesia.

“Kami telah melakukan pembuatan 101 motif Batik sawit dalam waktu 4 minggu. Selain itu juga telah mendapatkan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual,” tambah Ihsan.

Sementara itu, Pendiri Bluder Moju Argo Suryo Saputro berbagi pengalaman mengembangkan bluder Moju yang pertama kali diluncurkan pada 2015. Roti ini memiliki keunggulan teksturnya yang lembut sehingga sangat enak untuk dikonsumsi. Saat ini Bluder Moju telah memiliki dua outlet yang berada di Kota Madiun

Bluder Moju memiliki banyak varian rasa, mulai dari cokelat, keju, kismis, durian, stoberi, tiramisu, kacang, susu, pandan cokelat, pandan keju, moka cokelat, hingga moka keju. Yang menarik adalah isian cokelatnya tetap lumer meski dimasukkan ke dalam lemari pendingin.

Artikel Terkait