• Jumat, 9 Oktober 2026
Berita Terbaru

BPDP dan Majalah Sawit Indonesia Ajak Jurnalis Promosikan Produk Inovasi UKM Sawit

Serpong, SAWIT INDONESIA - Para pakar, akademisi, dan pelaku industri sepakat bahwa masih banyak peluang untuk meningkatkan pemanfaatan sawit sebagai produk pelaku UKM karena memiliki tambah tinggi dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Saat ini, jumlah pelaku UKM sawit terus bertambah setiap tahunnya yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi.

Hal tersebut terangkum dalam Workshop Jurnalis Promosi UKM Sawit “Kolaborasi Media dan Pelaku UKM Sawit untuk Indonesia Emas 2045” di Serpong, Banten, Kamis (23 Oktober 2025) yang diselenggarakan Majalah SAWIT INDONESIA dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), dan Asian Agri.

Workshop ini menghadirkan narasumber antara lain Puspo Edi Giriwono, Ph.D (Director of SEAFAST Center LRI PGK IPB), Bachtiar Priyambodo, S.STP., M.Si (Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tangerang Selatan), Mochamad Husni (Media Relations GAPKI), dan dan Shandyka Yudha Pratama (General Manager PT Ratu Bio Indonesia) yang dimoderatori Hamzirwan Hamid (Head of Editorial Collaboration Harian Kompas).

Selain itu, Workshop ini dibuka oleh Metty Kusmayantie (Asisten Deputi Produksi Dan Digitalisasi Usaha Menengah Kementerian UMKM RI) dan juga menghadirkan Ir. Sahat Sinaga, Ketua Umum DMSI yang diikuti 50 jurnalis media cetak dan online.

Asisten Deputi Produksi Dan Digitalisasi Usaha Menengah Kementerian UMKM RI, Metty Kusmayantie dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Majalah Sawit dan seluruh mitra penyelenggara kegiatan. Sebab, sinergi antara media dan pelaku UKM sawit menjadi langkah strategis dalam memperluas eksposur positif terhadap komoditas unggulan nasional tersebut.

“Kami mengapresiasi kolaborasi ini. Ini adalah bentuk nyata sinergi antara UKM, media, pemerintah, industri, asosiasi, dan lembaga pembiayaan. Sektor sawit merupakan komoditas unggulan yang pada 2023 berkontribusi sekitar 60 persen dan menyerap 67 persen tenaga kerja nasional. Ini menjadi pondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi,” ujar Metty Kusmayantie.

Ketua Pelaksana Acara Workshop Jurnalis Promosi UKM Sawit, Qayum Amri menjelaskan peranan strategis Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam mendukung pengembangan UKM sawit. Ia menyebut, BPDP telah menginisiasi katalog berisi 100 produk sawit dari 22 UKM di berbagai daerah seperti Riau, Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan.

“Selama ini sawit dikenal hanya sebatas minyak goreng. Padahal, ada sekitar 32 jenis produk UKM sawit — mulai dari batik, skincare, kosmetik, aromaterapi, lilin, kopi, cokelat, keripik, hingga batik dan mie sawit merah,” jelas Qayum.

Ia mengatakan, pemilihan Tangerang Selatan khususnya Banten sebagai lokasi acara bukan tanpa alasan. Kawasan ini memiliki potensi besar dari sektor hotel, restoran, dan kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), yang dapat menjadi pasar potensial produk UKM sawit.

“Sawit bukan hanya milik korporasi, tapi milik semua. Dengan memperluas pemberitaan positif, kita bisa menghapus stigma negatif terhadap sawit, apalagi 40 persen lahan sawit saat ini dimiliki petani kecil,” ujarnya.

Artikel Terkait