• Jumat, 2 Oktober 2026
Berita Terbaru

BPDP dan Kemenkeu Gelar Sinara Fest 2026 di Semarang, Pacu UMKM Perkebunan Jateng Naik Kelas

Semarang, SAWIT INDONESIA — Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama jajaran Kementerian Keuangan di Provinsi Jawa Tengah resmi menghadirkan Sinara Fest 2026 di Semarang pada 3–4 September 2026. Ajang kolaboratif ini dirancang sebagai wadah edukasi, pelatihan, sosialisasi, hingga pameran produk untuk memperkuat kapasitas sekaligus memperluas akses pasar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis komoditas perkebunan.

Mengusung tema “Sinergi BPDP dan Kemenkeu Satu dalam Penguatan Kapasitas, Pemberdayaan dan Perluasan UMKM Perkebunan untuk Tumbuh, Tangguh dan Naik Kelas”, kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendistribusikan manfaat pengelolaan dana perkebunan agar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Direktur Manajemen Risiko dan Keuangan BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, mengungkapkan bahwa Sinara Fest 2026 dihadirkan untuk mendekatkan berbagai program strategis BPDP kepada publik, sekaligus menjadi sarana efektif untuk menggenjot promosi dan pemberdayaan pelaku usaha lokal.

“Melalui penguatan kapasitas dan perluasan akses, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan usahanya, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, serta menjadi bagian dari rantai nilai industri perkebunan nasional,” ujar Zaid.

Sektor UMKM di Jawa Tengah memegang peranan krusial sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. Terlebih, komoditas unggulan perkebunan seperti kelapa, kakao, kopi, dan komoditas lainnya memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Potensi ini terus dioptimalkan melalui suntikan inovasi, peningkatan standar mutu, teknik pemasaran modern, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Dalam menjalankan mandat keberlanjutan sektor perkebunan, BPDP secara konsisten mengampu berbagai program strategis, mulai dari insentif biodiesel, pengembangan SDM perkebunan, riset dan pengembangan, promosi produk, penguatan hilirisasi, hingga pemberdayaan pekebun dan UMKM.

Khusus untuk segmen UMKM, BPDP menggalakkan rangkaian pelatihan, lokakarya, promosi, dan pendampingan komprehensif. Pada perhelatan Sinara Fest 2026, para peserta mendapatkan pembekalan krusial mengenai strategi hilirisasi produk turunan komoditas perkebunan, akses pembiayaan yang inklusif, hingga kiat-kiat menghadapi tantangan bisnis era modern.

Perjalanan UMKM perkebunan kerap kali berbenturan dengan berbagai tantangan klasik, seperti keterbatasan akses pasar, pemanfaatan pemasaran digital (digital marketing), standar pengemasan (packaging), aspek legalitas perizinan, hingga permodalan. Untuk menjembatani hambatan tersebut, sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, lembaga keuangan, dunia usaha, akademisi, dan komunitas mutlak diperlukan.

Sinara Fest 2026 sukses menjadi titik temu strategis bagi seluruh pemangku kepentingan tersebut. Melalui kombinasi mini bazar, diskusi interaktif, dan sosialisasi program, ajang ini berhasil membuka wawasan baru serta memperluas jejaring bisnis bagi para pelaku usaha di Jawa Tengah.

Melalui suksesnya penyelenggaraan Sinara Fest 2026, BPDP optimis dapat terus mencetak UMKM perkebunan yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing global, sekaligus menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Sumber: bpdp.or.id

Artikel Terkait