• Kamis, 24 September 2026
Berita Terbaru

BPDP Biayai Pelatihan Pembuatan Dan Aplikasi Pupuk Oorganik Untuk Tingkatkan Kompetensi Petani Sawit Rokan Hilir - Riau

Pekanbaru, SAWIT INDONESIA - Sebanyak 128 petani sawit Rokan Hilir-Riau mengikuti pelatihan pembuatan dan aplikasi pupuk organik sejak tanggal 21 Juli 2026 sampai dengan tanggal 24 Juli 2026 di Hotel Furaya Pekanbaru.

Pelatihan diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit khususnya dalam penerapan budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebuan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian, Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Rokan Hilir dan Best Planter Indonesia (BPI).

Pelatihan ini menjadi salah satu Langkah strategis dalam mendukung pengembangan perkebunan yang lebih produktif sekaligus berwawasan lingkungan. Melalui kegiatan ini, pata peserta memperolah pemahaman mengenai pentingnya penggunaan pupuk organik sebagai alternatif maupun pelengkap pupuk anorganik untuk menjaga kesuburan tanah, meningkatkan kualitas tanaman, serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Selama pelatihan peserta mendapatkan materi yang disampaikan narasumber meliputi regulasi pupuk organik, konsep dasar pupuk organik, jenis-jenis bahan baku yang dapat dimanfaatkan, Teknik pembuatan kompos dan pupuk organik serta pupuk organik cair yang baik hingga cara pengaplikasiannya sesuai dengan kebutuhan tanaman kelapa sawit.

Tidak hanya menerima teori di dalam kelas, peserta juga mengikuti sesi praktik pembuatan pupuk organik, praktik mengisolasi mikroba bermanfaat sebagai decomposer, praktik membuat kompos dari limbah perkebunan kelapa sawit seperti tankos, pelepah dan pome serta pembuatan pupuk organic cair .

Pendekatan praktik tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman langsung sehingga peserta lebih mudah menerapkan ilmu yang diperoleh setelah kembali ke daerah masing-masing. Selain Teknik pembuatan, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai waktu dan dosis aplikasi pupuk organik yang tepat dan kunjungan lapang ke koperasi Tunas Muda di Dayun Siak melihat langsung proses pembuatan biochar dari tankos sawit.

Penggunaan pupuk organik yang benar dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aktifitas mikroorganisme , memperkuat perakaran tanaman serta membantu meningkatkan produktifitas hasil sawit dalam jangka Panjang.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan dan diskusi muncul mengenai tantangan yang dihadapi di lapangan, mulai dari ketersediaan bahan baku, proses fermentasi, hingga efektifitas penggunaan pupuk organik pada tanaman kelapa sawit. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya minat peserta untuk mengembangkan praktik budidaya yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Melalui sinergi antara BPDP, Ditjenbun, Dinas Perkebunan Provinsi dan Kabupaten dan BPI pelatihan ini diharapkan mampu mencetak pekebun yang lebih kompeten, mandiri dan adaptif terhadap perkembangan teknologi perkebunan di Indonesia.

Artikel Terkait