Dalam upaya mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani kelapa sawit, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menunjuk Best Planter Indonesia sebagai mitra pelaksana program pengembangan sumber daya manusia (SDM) Perkebunan tahun 2026. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas petani sawit rakyat agar mampu mengelola kebun secara lebih profesional, efisien, dan berkelanjutan.
Melalui pendampingan dan pembelajaran berbasis praktik lapangan, petani memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai standar operasional dan teknik budidaya yang diterapkan pada Perusahaan, dimana Perusahaan ini telah berhasil mencapai produktivitas (ton/ha TBS) yang tinggi. Penerapan Best Management Practices menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas kebun kelapa sawit rakyat.
Pembibitan Fondasi Utama Produktivitas Kebun.
Kunjungan lapang dilakukan ke PT Minamas Plantaiton di Kabupaten Siak. Titik pertama kunjungan lapang adalah area pembibitan kelapa sawit. Rombongan peserta disambut oleh Bapak Mirlansyah (Area Controller Siak Area), Bapak Adi Sutrisno (Agronomis Minamas Region Riau dan Aceh) dan Bapak Rico (Estate Manager Pinang Sebatang, PT Aneka Inti Persada).
Dilokasi pembibitan ini peserta mendapatkan pemahaman bahwa keberhasilan budidaya kelapa sawit sangat ditentukan oleh kualitas bibit yang digunakan. Bibit unggul yang berasal dari sumber benih bersertifikat memiliki potensi produksi yang lebih tinggi dibandingkan bibit tidak jelas asal-usulnya.
Aspek penting yang perlu diperhatikan pada tahap pembibitan adalah:
- Penggunaan benih unggul bersertifikat.
- Seleksi kecambah sebelum ditanam.
- Pengelolaan pre nursery dan main nursery.
- Sistem penyiraman yang teratur.
- Pemupukan bibit sesuai kebutuhan pertumbuhan.
- Pengendalian hama dan penyakit pada bibit.
- Seleksi bibit abnormal sebelum ditanam di lapangan.
Pengelolaan Tanaman Menghasilkan (TM).
Titik kedua kunjungan lapang adalah kebun produksi (tanaman menghasilkan). Pada titik ini peserta mempelajari berbagai kegiatan pemeliharaan yang dilakukan secara baik dan benar, meliputi:
1. Penanaman Sesuai Standar
Penanaman dilakukan dengan memperhatikan jarak tanam yang sesuai sehingga setiap tanaman memperoleh ruang tumbuh dan sinar matahari yang optimal. Jarak tanam yang tepat juga memudahkan pelaksanaan pemeliharaan dan panen.
2. Pemeliharaan Piringan dan Gawangan
Area di sekitar tanaman dijaga tetap bersih dari gulma yang dapat bersaing dalam penyerapan unsur hara dan air. Pengelolaan gulma dilakukan secara terencana sehingga tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.
3. Pemupukan Berimbang
Petani memperoleh pemahaman bahwa pemupukan bukan hanya soal jumlah pupuk, tetapi juga ketepatan jenis, dosis, waktu, dan cara aplikasi.
4. Pengendalian Hama dan Penyakit
Monitoring dilakukan secara rutin untuk mendeteksi serangan hama dan penyakit sejak dini. Dengan demikian, tindakan pengendalian dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
5. Konservasi Tanah dan Air
Peserta juga mempelajari pentingnya menjaga kesuburan tanah melalui pemanfaatan pelepah, pengelolaan drainase, serta upaya konservasi pada lahan bergelombang. Praktik ini bertujuan mempertahankan ketersediaan air dan mencegah erosi.
Penyerbukan (Polinasi) Buatan dengan Bantuan Manusia.
Setelah kunjungan lapangan dari pembibitan dan Tanaman Menghasilkan, petani dibawa ke areal kebun Induk sebagai sumber kecambah unggul dengan nama i-Calix. Pada titik ini peserta melihat langsung proses polinasi pada tanaman induk, petugas menjelaskan dan mempraktekkan proses pemindahan serbuk sari dari bunga jantan ke bunga betina yang telah dipilih sebagai induk persilangan.
Melalui kunjungan lapangan ini, peserta pelatihan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya penggunaan kecambah unggul sebagai langkah awal dalam membangun kebun yang produktif dan berkelanjutan. Pengelolaan kebun dengan menerapkan best management practices (BMP) seperti yang dilakukan diperusahaan menjadi jaminan hasil produksi (ton/ha TBS) yang tinggi.
Semoga niat, kemauan dan usaha dari peserta pelatihan ini bisa membawa peningkatan produksi dikebun masing – masing. Aamiin.














