• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

BPDP Bantu Petani Dapatkan Pupuk Gratis Sampai Pengolahan TBS, Ini Programnya

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendukung intensifikasi perkebunan petani sawit melalui program sarana prasarana. Dari 1 Januari hingga 31 Desember 2025, jumlah dana yang dikucurkan BPDP mencapai Rp262,93miliar untuk sarana prasarana.

Adapun jenis program yang dapat dipilih antara lain Benih, Pupuk & Pestisida, Pupuk & Pestisida, Alat pascapanen & Unit Pengolahan Hasil, Peningkatan Jalan & Tata Kelola Air, Alat Transportasi, Mesin Pertanian, Infrastruktur Pasar, Verifikasi Teknis (ISPO).

Pelaksana Tugas Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan Kelapa Sawit II BPDP, Dwi Nuswantara menjelaskan bahwa apabila petani belum berminat mengajukan Peremajaan Sawit Rakyat sebagai solusinya dapat mengajukan program sarana prasarana.

“Kalau belum mau PSR karena tanaman masih produktif atau ada kendala lahan, kami alihkan ke bantuan sarpras. Misalnya pupuk, truk angkut, alat panen, bahkan sekretariat koperasi,” ujarnya dalam Workshop PSR dan Pekan Benih Sawit di Palembang, awal Februari 2026.

Tujuan program Sarana dan prasarana Perkebunan untuk peningkatan produksi, produktivitas, dan mutu hasil Perkebunan.

Sebagian besar dana Program Sarana Prasarana dipakai untuk bantuan pupuk dan pestisida, peningkatan jalan kebun, dan STDB.

BPDP juga menanggung biaya sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), mulai dari pra-sertifikasi, penerbitan STDB, hingga proses audit. Saat ini, tingkat sertifikasi pekebun rakyat masih sangat rendah.

BPDP menyalurkan dana Sarpras dalam bentuk uang atau barang setelah melakukan penilaian kelayakan rekomendasi teknis yang hasilnya dituangkan dalam SK Dirut sebagai dasar pembayaran.

Menurut Dwi, keberhasilan industri sawit nasional sangat bergantung pada penguatan kebun rakyat yang saat ini mencakup sekitar 42% dari total areal sawit nasional. Tanpa produktivitas yang baik, pasokan bahan baku untuk industri hilir dan ekspor berisiko tertekan.

“Dana sawit berasal dari sawit dan harus kembali ke sawit. Jadi mari sama-sama kita manfaatkan untuk memperkuat hulu,” ujarnya.

Artikel Terkait