• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Bintalfisdisbun Kenalkan Dunia Perkebunan kepada Mahasiswa Baru AKPY-STIPER

UNGARAN, SAWIT INDONESIA — Sebanyak 862 mahasiswa baru jenjang Diploma 1 (D1) dan Diploma 2 (D2) Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-STIPER) mengikuti rangkaian kegiatan Bina Mental, Fisik, Disiplin dan Kenal Kebun (Bintalfisdisbun) Tahun Akademik 2026/2027.

Kegiatan tersebut tidak hanya membekali mahasiswa dengan mental dan kedisiplinan, tetapi juga mengenalkan dunia perkebunan secara langsung melalui materi Kenal Kebun. Pembekalan ini menjadi bagian awal dalam mempersiapkan mahasiswa sebagai calon tenaga profesional perkebunan, khususnya kelapa sawit.

Ketua Pelaksana Bintalfisdisbun 2026 sekaligus Dosen AKPY-STIPER, Julsento HP, S.P, M.Sc, mengatakan pengenalan dunia perkebunan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebagai calon tenaga profesional perkebunan, khususnya kelapa sawit.

Menurutnya, mahasiswa baru perlu memahami gambaran besar kegiatan perkebunan sejak awal. Pengetahuan tersebut nantinya menjadi dasar untuk mengikuti pembelajaran teori dan praktik selama menempuh pendidikan di AKPY-STIPER.

“Melalui kegiatan Kenal Kebun, mahasiswa diperkenalkan dengan tahapan pengelolaan perkebunan kelapa sawit, mulai dari persiapan lahan, pembibitan, pemeliharaan tanaman, panen, hingga mekanisasi perkebunan,” ujar Julsento.

Materi yang diberikan mencakup persiapan lahan dan penanaman kelapa sawit, pembibitan melalui tahap pre nursery dan main nursery, pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM), serta pemeliharaan tanaman menghasilkan (TM).

Mahasiswa juga dikenalkan dengan kegiatan panen sebagai salah satu tahapan penting dalam menghasilkan produksi kelapa sawit. Pemahaman tersebut diharapkan membuat mahasiswa tidak melihat perkebunan hanya dari hasil akhirnya, tetapi memahami rangkaian proses yang menentukan produktivitas.

Selain kelapa sawit, mahasiswa baru juga mendapatkan pengenalan terhadap aneka tanaman perkebunan. Materi ini memperluas wawasan mahasiswa bahwa sektor perkebunan Indonesia tidak hanya bertumpu pada komoditas kelapa sawit, tetapi juga memiliki beragam tanaman dengan karakteristik budidaya dan pengelolaan yang berbeda.

Pengenalan mekanisasi perkebunan turut diberikan untuk memperkenalkan penggunaan teknologi dalam mendukung efektivitas dan efisiensi pekerjaan di lapangan.

Julsento menjelaskan, Bintalfisdisbun dirancang tidak sekadar sebagai kegiatan orientasi mahasiswa baru. Program tersebut menjadi tahap awal untuk membentuk calon taruna dan taruni yang memiliki kombinasi pengetahuan, keterampilan, mental, fisik, kedisiplinan, serta wawasan mengenai dunia perkebunan.

“Targetnya adalah menyiapkan calon Taruna/Taruni Andalan Sawit yang siap secara pengetahuan dan keterampilan perkebunan, khususnya sawit, sekaligus memiliki mental, fisik, disiplin, dan wawasan tentang perkebunan kelapa sawit berkelanjutan,” katanya.

Selain materi perkebunan, mahasiswa juga mendapatkan pembekalan wawasan kebangsaan, bela negara, dan jiwa korsa. Penguatan mental, fisik, dan disiplin dilakukan bersama instruktur dari Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta.

Sementara materi Kenal Kebun diberikan oleh dosen senior, instruktur perkebunan, serta praktisi yang memiliki pengalaman di bidang perkebunan kelapa sawit. Pendekatan tersebut diharapkan memberikan gambaran yang lebih dekat dengan kondisi nyata di lapangan.

Julsento menilai pengenalan kebun sejak awal penting karena mahasiswa AKPY-STIPER dipersiapkan untuk memasuki industri perkebunan yang membutuhkan tenaga kerja terampil dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Mahasiswa harus mengenal kebun sejak awal. Mereka perlu memahami bahwa setiap tahapan, mulai dari pembibitan sampai panen, saling berkaitan dan akan menentukan produktivitas serta keberlanjutan perkebunan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Julsento juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang telah memberikan kepercayaan kepada AKPY-STIPER dalam mendukung pendidikan mahasiswa.

Melalui Bintalfisdisbun, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mengenal lingkungan kampus, tetapi juga mulai memahami identitas profesi yang akan mereka jalani. Dari mengenal kebun, mereka diarahkan untuk memahami proses kerja, membangun kedisiplinan, dan menumbuhkan kesiapan menjadi SDM perkebunan yang kompeten.

Artikel Terkait