Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) mengadakan Bimbingan Teknis Publikasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan tentang Penulisan Konten Media Sosial (1/11/2021) secara tatap muka dan virtual. Sebelumnya Direktorat PKHL telah menyelenggarakan bimbingan teknis fotografi, selanjutnya bimtek penulisan ini dilakukan untuk mendukung kemampuan Manggala Agni dalam mengelola Media Sosial.
Bimbingan Teknis ini menghadirkan Ivan Lanin, Direktur Utama Narabahasa, sebagai narasumber. Materi bimbingan teknis yang diberikan secara garis besar terdiri atas tiga pokok bahasan: konten media sosial, bahasa media sosial, dan studi kasus pada media sosial yang telah dikelola oleh peserta pelatihan.
Direktur PKHL Basar Manullang mengatakan dalam mengelola media sosial, harus tetap menjaga prinsip dan etika yang berbeda dengan pengelolaan media sosial untuk pribadi. Pedoman Pemanfaatan Media Sosial Instansi Pemerintah yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 83 Tahun 2012 mengatur beberapa prinsip dan etika yang perlu diperhatikan oleh pengelola media sosial di Instansi Pemerintah, yaitu kredibel, integritas, profesional, responsif, terintegrasi, dan keterwakilan.
“Untuk mengoptimalikan penggunaan media sosial oleh Manggala Agni, pengelola media sosial harus dibekali dengan kemampuan khusus, antara lain kemampuan berkomunikasi secara interaktif dengan netizen, kemampuan menggunakan aplikasi olah gambar untuk membuat konten-konten media sosial. Untuk itulah pengelola medsos Manggala Agni diberikan pelatihan media sosial dengan menghadirkan narasumber yang kompeten dan sudah berpengalaman,” jelas Basar.
“Pada masa ini sudah saatnya Manggala Agni mengelola media sosialnya dengan terencana dan terukur. Dengan kemudahan-kemudahan yang ada di platform media sosial, diharapkan dapat menjadi representasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam menyajikan layanan informasi kepada masyarakat menjadi lebih baik,” ungkap Basar.
Ivan Lanin menyetujui hal tersebut. Menurut Ivan Lanin dalam papaprannya, dari 275 juta penduduk Indonesia, 170 juta penduduk aktif menggunakan sosial media. Usia paling aktif dalam menggunakan media sosial berusia 13-34 tahun. Ada empat jenis konten media sosial meliputi teks, gambar, video, dan audio. Konten media sosial ini harus berisi sifat mengedukasi, menghibur, melibatkan, dan memberdayakan.
Ivan Lanin mengungkapkan dalam pengelolaan media sosial terdapat lima tahapan yang harus dilalui seperti perencanaan, pembuatan, pengiriman, interaksi, dan evaluasi konten media sosial.
“Dari pengalaman, Saya dulunya introvert, setelah belajar kembali Bahasa Indonesia, itu memantik keinginan saya untuk kembali. Akhirnya saya merasa, sepintar apapun kita kalau kita tidak mau dan tidak mampu mengungkapkan pikiran atau gagasan kita kepada orang dengan bahasa lisan maupun tulisan yang baik, kepintaran kita itu tidak akan kelihatan,” jelas Ivan.
Menutup pelatihan, Ivan Lanin memberikan motivasi kepada peserta untuk bisa mengungkapkan pikiran dan gagasan dengan bahasa yang bagus.
“Walau kepintaran kita biasa, namun bisa mengungkapkan pikiran dan gagasan dengan bahasa yang bagus, kita akan kelihatan. Kuasai bahasa kuasai dunia,” pungkas Ivan Lanin.
Sumber: sipongi.menlhk.go.id














