• Senin, 5 Oktober 2026
Berita Terbaru

Biaya Produksi Naik, Teladan Prima Agro Tetap Cetak Laba Rp543,65 Miliar

JAKARTA, SAWIT INDONESIA — Kenaikan biaya produksi menjadi tantangan bagi industri kelapa sawit sepanjang semester pertama 2026. Namun, PT Teladan Prima Agro Tbk mampu menjaga profitabilitas dan membukukan laba bersih Rp543,65 miliar.

Kinerja tersebut sekaligus menjadi dasar perseroan menetapkan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp20 per saham atau senilai total Rp258,93 miliar.

Pada semester pertama 2026, Teladan Prima Agro mencatat pendapatan Rp2,71 triliun, tumbuh 6,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA juga meningkat 3,8% secara tahunan menjadi Rp904,30 miliar.

Pertumbuhan kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan volume penjualan serta harga jual rata-rata sejumlah produk utama, yakni crude palm oil (CPO), palm kernel (PK), dan crude palm kernel oil (CPKO).

Di tengah meningkatnya biaya produksi, perseroan menyebut kemampuan menjaga profitabilitas tidak terlepas dari pengelolaan operasional yang disiplin. Efisiensi dan peningkatan produktivitas menjadi bagian penting dalam menjaga kinerja bisnis.

Direktur Utama PT Teladan Prima Agro Tbk Wishnu Wardhana mengatakan, pembagian dividen interim merupakan bentuk komitmen perseroan dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham sejalan dengan kinerja usaha yang tetap terjaga.

“Di sisi lain, kami terus memastikan bahwa pertumbuhan bisnis berjalan selaras dengan upaya memperkuat keberlanjutan, melalui peningkatan produktivitas, efisiensi, serta penerapan praktik agrikultur yang berbasis teknologi dan data,” ujar Wishnu, dalam.keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Menurutnya, perseroan tidak hanya mengejar pencapaian kinerja jangka pendek, tetapi juga terus memperkuat fondasi bisnis untuk menghadapi tantangan ke depan.

Pemanfaatan teknologi dan data science dioptimalkan untuk mendukung penerapan praktik agrikultur terbaik, memperbaiki proses pengambilan keputusan, serta memperkuat pemantauan aspek environmental, social, and governance (ESG) dalam kegiatan operasional.

Pendekatan tersebut diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih tahan terhadap dinamika biaya produksi sekaligus memperkuat keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

Dividen Dibagikan Oktober

Sejalan dengan kinerja tersebut, Teladan Prima Agro menetapkan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp20 per lembar saham dengan total nilai Rp258,93 miliar.

Keputusan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Direksi No. 122/SK-DIR/TPA/X/2026 dan telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris pada 1 Oktober 2026.

Dividen akan diberikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 14 Oktober 2026 sebagai recording date.

Adapun cum dividend interim untuk pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 12 Oktober 2026, sedangkan ex dividend pada 13 Oktober 2026. Untuk pasar tunai, cum dividend ditetapkan 14 Oktober dan ex dividend pada 15 Oktober 2026.

Pembayaran dividen dijadwalkan pada 22 Oktober 2026.

Dengan kinerja semester pertama tersebut, perseroan berupaya menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham dan penguatan bisnis melalui produktivitas, efisiensi, teknologi, serta praktik agrikultur yang berkelanjutan.

Artikel Terkait