• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

BGN Gandeng Eksportir Jual Jelantah ke Singapore Airlines

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Badan Gizi Nasional (BGN) akan menjual minyak goreng sisa pengolahan makanan ke maskapai penerbangan nasional Singapura, Singapore Airlines untuk dijadikan bahan bakar pesawatyang berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Dadan Hindayana mengatakan minyak jelantah berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di Indonesia. Karena itulah, terdapat potensi besar minyak jelantah hasil program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjelma menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi.

“Minyak jelantah dari SPPG dapat dijual dengan harga dua kali lipat sebagai bahan bakar ramah lingkungan oleh maskapai internasional Singapore Airlines,” jelas Dadan di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Rabu (19/11/2025).

Dikatakan Dadan, minyak jelantahnya tidak dibuang tetapi ditampung oleh para entrepreneur untuk kemudian diekspor dengan harga yang dua kali lipat. Estimasi potensi bisnis minyak jelantah sangat besar mengingat satu dapur SPPG menggunakan sekitar 800 liter minyak goreng per bulan. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen berubah menjadi minyak jelantah.

“Satu SPPG perlu 800 liter minyak goreng setiap bulan dan 70 persen menjadi minyak jelantah,” terangnya.
Dengan total 30.000 SPPG yang ditargetkan beroperasi, pasokan minyak jelantah nasional dapat mencapai jutaan liter setiap bulan. Volume tersebut dinilai cukup untuk mendukung industri bioavtur Indonesia dan kebutuhan ekspor.

“Salah satu bahan bio adalah cooking oil atau minyak jelantah. Nanti dengan 30.000 SPPG kali 550 liter, berapa juta liter per bulan bisa digunakan untuk bio-avtur. Saya kira dengan program makan bergizi sekarang sudah mulai terasa,” ungkapnya.

Menurutnya, Singapore Airlines saat ini sedang berupaya memperkuat citra sebagai maskapai berwawasan lingkungan. Salah satunya melalui penggunaan campuran bioavtur yang berasal dari minyak jelantah. Maskapai ini telah menyatakan sebagai salah satu maskapai yang berwawasan lingkungan dan 1 persen avtur berbahan bio.

Artikel Terkait