Melalui salah satu pilar program tanggung jawab sosial atau kerap disebut Corporate Social Responsibility (CSR), PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA), menginginkan masyarakat yang berada di sekitar tempat beroperasinya bisa hidup mandiri dan sejahtera. Hal itu diungkapkan Partnership Departement Head, Iswandi Ilyas, dalam perbincangan melalui telepon, pada awal Maret lalu.
Dijelaskan Iswandi bahwa perusahaan meningkatkan kualitas pendidikan/sekolah yang ada di luar kebun.Kualitas pendidikan masyarakat yang berada di ring 1 kebun/area beroperasi perusahaan diharapkan setara dengan sekolah internal (Sekolah yang berada di bawah naungan BGA).
“Program-program dalam rangka peningkatan guru dan kualitas sekolah serta memberikan akses beasiswa sawit, bagi anak-anak lulusan SMA/SMK/Sederajat yang menginginkan studi di perguruan tinggi,” jelasnya.
“Sementara, bagi anak-anak lulusan SMA/SMK/Sederajat yang tidak ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Melalui pendidikan non formal, melatihnya dengan keterampilan vokasi angkatan kerja. Tujuannya tak lain agar masyarakat di sekitar kebun yang mandiri dan sejahtera,” tambah Iswandi.
Sejak tahun lalu, BGA berkolaborasi dengan salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta (AKPY-Stiper) untuk sosialisasi dan pendampingan anak-anak dari masyarakat yang tinggal di sekitar area operasi perusahaan, khususnya di region Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
Namun, program pendampingan akan dikembangkan di region lain, yakni di Riau (Sumatera). Agar lebih banyak anak-anak yang tinggal di sekitar kebun mendapatkan informasi dan mengakses beasiswa sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) – Ditjen Perkebunan).
Di tahun 2022, berhasil mendampingi 20 orang dari jumlah total 200-an orang yang mengikuti pendampingan.20 orang lulus seleksi program Beasiswa Sawit, dan kini sedang kuliah di AKPY-Stiper yaitu program pendidikan vokasi (Diploma I) yang nantinya bekerja sebagai Mandor/Kerani di perusahaan sawit/di perkebunan rakyat.
Dalam kerjasamanya AKPY-Stiper oleh BGA diposisikan sebagai konsultan program CSR, bidang pendidikan. “Dalam menjalankan tupoksi ini kami menggandeng AKPY-Stiper sebagai konsultan pendidikan.Yang berperan sebagai pendamping kami, kebetulan AKPY-Stiper adalah salah satu Lembaga Pendidikan yang dipercaya BPDPKS menyelenggarakan pendidikan vokasi, program beasiswa sawit sejak 2016,” terang Iswandi.
“Terkait dalam pendampingan program beasiswa sawit, AKPY-Stiper mendampingi BGA untuk mengadakan pelatihan anak-anak lulusan SMA/SMK/Sederajat untuk memberikan akses dan informasi mendapatkan beasiswa sawit,” tambahnya, masih dalam perbincangan melalui telepon.
Sebenarnya informasi beasiswa sawit adalah informasi umum yang sudah bisa diakses melalui internet, karena BPDPKS secara terbuka memberikan informasi terkait beasiswa sawit. Agar dapat diakses dan diikuti peserta selama memenuhi persyaratan.
“Namun, sayangnya masyarakat di sekitar kebun operasional BGA masih banyak yang belum tahu dan dapat mengakses informasi tersebut. Untuk itu, kami bersama AKPY-Stiper mengadakan sosialisasi, membantu mempersiapkan persyaratan administrasi dan memberikan bimbingan tes supaya bisa lulus,” ungkap Iswandi.
Selanjutnya, ia menambahkan sebenarnya program beasiswa sudah ada sejak 2016 lalu. Tetapi sampai 2021 masyarakat di sekitar kebun operasional BGA tidak ada yang dapat. “Maka, kami coba berkolaborasi dengan AKPY-Stiper, melakukan sosialisasi dan pendampingan pada para lulusan SMA/SMK/Sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dengan program beasiswa sawit,” tambah pria yang menjabat Partnership Departement Head, PT Bumitama Gunajaya Agro.
(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 139)






