• Senin, 5 Oktober 2026
Berita Terbaru

Bersama BPDPKS, DPW Apkasindo Sumsel Dorong Petani Hasilkan Produk UKM Bernilai Tambah

Palembang, SAWIT INDONESIA - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumatera Selatan dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mengadakan Workshop Pengembangan Produk Hilirisasi Kelapa Sawit Bagi UMKM dan Koperasi di Opi Hotel Jakabaring Palembang, Jum’at (15/11/2024).

Ketua Panitia Ir. Sujarwo mengatakan Workshop melibatkan tiga universitas dan yayasan yang ikut andil dalam hilirisasi kelapa sawit dan UMKM.

“Diharapkan setelah hadir dari kegiatan workshop ini, bisa menciptakan lapangan kerja sendiri, bahwa dengan sawit bukan hanya menghasilkan minyak Sawit CPO,” katanya.

Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Sumsel Ir. Agus Darma menyampaikan bahwa workshop ini memiliki makna yang besar untuk pembangunan di Sumatera Selatan. Saat ini banyak sekali menghadapi problema seperti inflasi, tapi untuk sektor sawit tidak banyak terpengaruh bahkan menyumbang. "Dan akselarasi pembangunan di perkebunan, dilakukan pengedukasian dalam bentuk pelatihan dengan tujuan untuk mendapatkan produk baru,” bebernya.

Disisi lain, dulu generasi yang sempat tren yaitu perkebunan karet tapi untuk saat ini Perkebunan sawit menjadi primadonannya. Bahkan di India saat ini lahan-lahan banyak dialihfungsikanjadi Perkebunan Sawit, padahal sebelumnya India terkenaldengan penyumbang Pangan Dunia.

'Yang paling penting bagaimana mengutamakan sinergi hulu dan hilir sawit,” ungkapnya.

Ketua DPW Apkasindo Sumatera Selatan Muhammad Yunus bahwa DPW Apkasindo berada di 17 kabupaten di mana ke depannya Apkasindo lebih berperan dalam program PSR. Dimana program ini bergerak menjadi Tanaman Sela bagi penerima PSR yang mana diwajibkan untuk menanam padi gogo untuk mensukseskan dan mendukung progam Presiden Prabowo.

“Dengan terselenggaranya kegiatan workshop ini mahasiswa dapat mengambil alih untuk menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan,” ungkapnya.

Sekjen DPP Apkasindo Dr. Rino Afrino, S.T, M.M menambahkan bahwa Apkasindo sebagai organisasi petani sawit menjadikan salah satu aspeknya yaitu legalitas dan kepemilikan lahan yang jelas. Karena banyak petani Indonesia saat ini banyak yang tidak bisa ikut andil dalam PSR.

Kedua, produktivitas harus naik yaitu bagaimana caranya mengganti dengan bibit pupuk Sriwijaya dan peremajaan bibit sawit.

“Harga yang baik serta peran konkrit dalam menjaga martabat petawi sawit yang dilakukan 2 mingggu sekali dan nilai tambah. Di luar negeri mendapatkan hasil tambahan dari koperasi,” tambahnya.

Analis Divisi UKMK BPDPKS Anwar Sadat mengungkapkan peran Petani Kelapa Sawit sangat penting karena proporai penguasaan lahannya kurang lebih 42% dari total lahan kelapa sawit di Indonesia. Kontribusi dari sektor kelapa sawit menyumbang sekitar 12% devisa ekspor non Migas di tahun 2023 dan kontribusi ke APBN 2023 kurang lebih 88 Triliun dari Pajak, PNBP, dan Bea Keluar. Diharapkan agar sektor sawit tetap eksis dan berkelanjutan.

“Dukungan khusus untuk pengembangan UMKM dan Koperasi dalam bentuk Workshop, riset pengembangan produk, pengembangan kapasitas UKMK Sawit, dan diikutsertakan dalam promosi dan pameran,” jelas Anwar.

Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Sumsel Ir H Amiruddin, M.Si., menjelaskan bahwa bahwa petani kelapa sawit wadahnya adalah koperasi, dan ada asosiasinya dengan perusahaan adalah pola kemitraan.

“Kita ingatkan sekali lagi bahwa pola kemitraan ini kata dari DPW Apkasindo Sumsel ini kesetaraan, di mana pola kemitraan adalah saling menguntungkan dan menguntungkan. Apkasindo diharapkan untuk memperjuangkan permasalah petani sawit,” pungkasnya.

Artikel Terkait