• Kamis, 1 Oktober 2026
Berita Terbaru

Berkontribusi dalam Riset, Prof (R). Ir. Didiek Hadjar Goenadi Raih Lifetime Achievement Sawit Indonesia Awards 2023

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Prof (R). Ir. Didiek Hadjar Goenadi, M.Sc., Ph.D., INV menerima penghargaan Sawit Indonesia Awards 2023 dengan Katagori Lifetime Achievement karena kontribusinya terhadap industri sawit nasional. Penghargaan ini langsung diserahkan oleh Deputi Kemenko Perekonomian RI Bidang Pangan dan Agribisnis, Dida Gardera didampingi Ketua Panitia Sawit Indonesia Award 2023, Qayuum Amri, di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (23 Desember 2023).

Dalam kata sambutan oleh Ketua Panitia Sawit Indonesia Award 2023, Qayuum Amri menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan kami yang kedua, jadi tahun lalu kami sudah mengadakan “Sawit Indonesia Award 2022”, memang selalu kita mengemaskan dengan ada diskusi.

“Kita ingin mendengar dari pemerintah, petani sawit, pelaku usaha, maupun akademisi, seperti apa kondisi tahun depan kelapa sawit di Indonesia ini,” ujar Qayuum dalam sambutannya.

Qayuum mengatakan industri kelapa sawit ini sangat lengkap, ini industri yang melibatkan semua pihak, sayang sekali kalau kelapa sawit sudah banyak menghasilkan menjadi komoditas nomor satu lalu “tidak kita rawat”.
“Mudah-mudahan semuanya punya komitmen bersama bahwa kelapa sawit sangat penting buat kita dan Dunia,” tutur Qayuum.

Adapun Prof Didiek yang merupakan Ketua Umum Asosiasi Inventor Indonesia dikenal kontribusinya dalam penelitian/pengembangan industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan sebagai bahan pengambil kebijakan dan melawan kampanye hitam sawit. masih banyak isu negatif terkait sawit dan salah satu yang bisa menangkal isu tersebut adalah dengan pembuktian dari hasil riset dan penelitian.

Karena sesungguhnya, masih banyak kebaikan-kebaikan sawit yang belum diketahui banyak orang dan itu bisa dimunculkan dengan adanya penelitian dan pengembangan.

Menurut Prof Didiek, riset mengenai sawit sejatinya paling maju dibanding komoditas lainnya. Hal ini dikarenakan sejak 1911 Belanda telah mendirikan Pusat Penelitian Kelapa Sawit di Medan, Sumatera Utara.

Koordinator Komite Penelitian dan Pengembangan BPDPKS itu juga menambahkan apa yang ditawarkan oleh komoditas kelapa sawit sangat luar biasa. Mulai dari pemanfaatan minyak yang terdiri dari minyak sawit dan inti sawit.

“Biomassa misalnya, tidak hanya dalam aspek bioenergy bakar biomassa, tapi juga bisa diproses untuk menghasilkan berbagai macam produk turunan termasuk misalnya dimanfaatkan sebagai bahan pengganti kapas,” ujar Prof Didiek.

Artikel Terkait