Jakarta, SAWIT INDONESIA – Gelaran Piala Dunia 2026 sudah berjalan selama seminggu terakhir yang diikuti oleh 48 negara. Menariknya, ada 7 negara penghasil sawit yang mampu menembus event sepakbola bergengsi antar negara ini.
Ketujuh negara penghasil sawit ini berasal dari Benua Afrika dan Amerika Latin. Mereka adalah Brazil, Ekuador, Kolombia, Pantai Gading, Ghana, Senegal, dan Republik Demokratik Kongo.
Dalam sebuah forum, Direktur Eksekutif GIMNI (Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia), Sahat Sinaga, menjelaskan bahwa salah satu kunci kekuatan fisik pemain-pemain sepakbola dari benua Afrika seperti Ghana dan Pantai Gading karena sudah semenjak lama mengonsumsi minyak sawit merah.
“Mereka semua mengkonsumsi sawit langsung, bukan mengkonsumsi gorengan,” katanya. Tidak heran kalau pertumbuhan fisik mereka cukup bagus selain kekuatan fisik dan massa ototnya,” jelasnya.
Berikut ini 7 negara penghasil sawit tersebut:
- Brazil
Tim favorit juara, Brasil dengan pelatih Carlo Ancelotti berada di Grup C Piala Dunia 2026 bersama Maroko, Haiti, dan Skotlandia. Brasil merupakan satu-satunya negara yang langganan menjadi peserta Piala Dunia dengan meraih 6 kali juara.
Saat ini, perkebunan kelapa sawit di Brasil tercatat membentang seluas 250.000 hektare yang tersebar di beberapa wilayah strategis, seperti Negara Bagian Pará, Rondônia, dan Bahia. Mayoritas sentra produksi ini berpusat di kawasan Amazon.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Denpasa, proyeksi konsumsi minyak sawit nasional Brasil tahun ini diperkirakan menembus angka 940.000 ton. Sementara itu, produksi lokal diprediksi hanya mampu menyumbang sekitar 400.000 ton. Akibat dari kekurangan ini, sekitar 60% dari total minyak sawit yang mereka konsumsi demi menjaga stabilitas pasokan di pasar domestik.
2. Pantai Gading
Pantai Gading adalah produsen kelapa sawit terbesar kedua sekaligus eksportir utama di seantero benua Afrika. Total volume produksi minyak sawit menembus angka 500.000 metrik ton per tahun.
Di Pantai Gading, kelapa sawit ini tidak hanya menjadi tulang punggung ekonomi nasional, tetapi juga menembus pasar internasional.
Saat ini, Pantai Gading berhasil mengamankan posisi dalam jajaran 10 besar negara eksportir minyak sawit terbesar di dunia.
Berada di Grup E, Pantai Gading diproyeksikan akan lolos ke putaran berikutnya. Grup ini dihuni negara peserta dari Jerman, Ekuador, dan Curacao.
3. Republik Demokratik Kongo
Republik Demokratik Kongo diperkirakan memiliki lahan seluas 340.000 hektar dengan produksi tandan buah segar (TBS) sekitar 2,23 juta ton dan produktivitas 6,59 ton per hektar.
Mayoritas perkebunan sawit dimiliki petani pekebun sebanyak 54.000 pekebun. Republik Demokratik Kongo di CPOPC (Dewan Negara Produsen Minyak Sawit) sebagai negara Afrika pertama yang menjadi anggota penuh.
Kongo kembali tampil di Piala Dunia semenjak memulai pertandingan perdana pada 1974. The Leopards julukan Kongo tergabung dalam Grup K bersama Portugal, Uzbekistan, dan Kolombia. Kongo akan langsung menghadapi ujian berat pada laga pertama karena bertemu Portugal.
4. Senegal
Di Piala Dunia 2026, Senegal bersaing bersama tiga negara lain dalam Grup I diantaranya Prancis, Norwegia, dan Irak. Tim nasional sepak bola Senegal, berjuluk Singa dari Teranga yang meraih juara pertama Piala Afrika 2021.
Senegal dilatih oleh mantan pemain timnas mereka, yaitu Pape Thiaw yang membawa 26 pemain. Skuad ini merupakan campuran pemain senior berpengalaman seperti Sadio Mané, Kalidou Koulibaly, dan Edouard Mendy, serta dua pemain muda (wonderkid) yaitu Ibrahim Mbaye dan Bara Sapoko Ndiaye
Berdasarkan data sektor agrikultur terbaru, produksi minyak sawit Senegal diproyeksikan mencapai 19.440 metrik ton pada tahun 2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat lambat jika berkaca pada tahun 2021, di mana produksi lokal hanya berada di kisaran 17.350 metrik ton. Secara historis, produksi sawit di negara Afrika Barat ini memang hanya tumbuh tipis rata-rata 1,9% secara tahunan (year-on-year) sejak tahun 1966.
Minimnya hasil produksi ini disebabkan oleh skala industri domestik yang masih berada di tahap awal. Saat ini, perkebunan sawit di Senegal didominasi oleh petani swadaya skala kecil dengan total luas lahan panen yang sangat terbatas, yaitu hanya sekitar 5.000 hektare.
5. Ghana
The Black Stars julukan Ghana tergabung dalam Grup L untuk turnamen mendatang, bersama Inggris, Panama, dan Kroasia.Kapten Timnas Ghana untuk Piala Dunia 2026 adalah Jordan Ayew, penyerang senior yang memimpin skuad asuhan pelatih Carlos Queiroz. Tim Ghana membawa 26 pemain seperti Thomas Partey, Kamaldeen Sulemana, Antoine Semenyo, dan Inaki Williams.
Ghana sukses mengukuhkan posisinya sebagai produsen minyak kelapa sawit terbesar ketiga di benua Afrika dengan mencatatkan volume produksi mencapai 300.000 metrik ton per tahun.
Berbeda dengan negara produsen lain yang didominasi korporasi besar, struktur industri kelapa sawit di Ghana justru bertumpu pada rakyat. Sektor ini didominasi oleh para petani swadaya (petani kecil) dan lebih dari 1.000 pabrik penyulingan tradisional (artisanal mills).
6. Ekuador
Ekuador menempati posisinya dalam jajaran 10 besar negara produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Jumlah luas lahan sawitnya mencapai lebih dari 250.000 hektare dan volume produksi sawit Ekuador telah melampaui 500.000 metrik ton per tahun.
Menariknya, industri ini tidak hanya berorientasi domestik; sekitar 60% dari total hasil produksi langsung dialokasikan untuk memenuhi pasar internasional seperti Belanda dan Kolombia.
Timnas Ekuador menempati Grup E di Piala Dunia 2026 bersama dengan Pantai Gading, Jerman, dan Curacao. Ekuador tetap akan dipimpin pemain senior, Enner Valencia sebagai kapten.
7. Kolombia
Setelah absen dari turnamen terakhir di Qatar, Kolombia kembali ke panggung global untuk ketujuh kalinya di Piala Dunia FIFA 2026. Kolombia masuk grup K bersama Portugal, Kongo, dan Uzbekistan.
Di bawah asuhan Néstor Lorenzo, tim ini mengadopsi pendekatan taktis yang disiplin namun dinamis. Lorenzo berhasil memadukan sosok senior dengan pemain muda berbakat seperti Richard Ríos dan Jhon Durán. Tim ini juga sangat mengandalkan kreativitas di lini tengah dan ketajaman di lini serang, yang dipimpin langsung oleh kapten James Rodríguez serta penyerang eksplosif Luis Díaz.
Luas perkebunan kelapa sawit di Kolombia telah membentang seluas 609.000 hektare dengan volume produksi tahunan yang sangat masif, yakni mencapai sekitar 1,84 juta ton. Komoditas ini tidak hanya mendominasi pasar domestik, tetapi juga menjadi andalan ekspor dengan nilai menembus angka USD 400 juta hingga USD 405 juta. Kolombia kini bertengger sebagai eksportir minyak sawit terbesar ke-8 di dunia antara lain Meksiko, Dominika, Brasil














