Balikpapan, SAWIT INDONESIA – Sejumlah 148 peserta (pekebun sawit) pelatihan ‘Teknis Budidaya Kelapa Sawit’ program pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) Tahun 2026 mendapat kesempatan belajar langsung dari pengelolaan perkebunan modern melalui kegiatan field trip ke PT Waru Kaltim Plantation (WKP), unit usaha Astra Agro Lestari, di Kalimantan Timur, pada Kamis (6 Agustus 2026).
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan pelatihan petani sawit program pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 yang diselenggarakan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) dengan dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), diikuti peserta (pekebun sawit) dari Kab. Paser.
Kegiatan kunjungan lapangan (field trip) ke perusahaan sawit menjadi bagian wajib dalam pelatihan agar peserta tidak hanya memperoleh materi di kelas, tetapi juga menyaksikan secara langsung penerapan teknik budidaya yang diterapkan perusahaan.
Wakil Direktur AKPY, Dr. Idum Satia Santi, S.P., M.P., mengatakan selama beberapa hari pelatihan peserta telah memperoleh materi komprehensif mengenai budidaya kelapa sawit, mulai dari persiapan lahan, pemilihan benih unggul, pemeliharaan tanaman, pemupukan, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).
"Seluruh materi tersebut kini diperkuat melalui kunjungan lapangan sehingga peserta dapat melihat bagaimana teori yang dipelajari benar-benar diterapkan di perkebunan yang produktif," ujarnya.
Menurut Idum, kunjungan ke PT WKP dipilih karena perusahaan tersebut dikenal memiliki sistem pengelolaan kebun yang baik. Ia berharap peserta dapat berdiskusi langsung dengan para praktisi di lapangan dan membawa pulang pengalaman yang dapat diterapkan di kebun masing-masing.
"Harapannya terjadi link and match antara materi pelatihan dengan praktik di lapangan. Peserta bisa belajar langsung dari perusahaan sehingga produktivitas kebun rakyat ke depan semakin mendekati capaian perusahaan," katanya.
Ia juga berharap jajaran PT WKP bersedia berbagi pengalaman dan praktik terbaik yang selama ini diterapkan dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit.
"Semoga ilmu yang dibagikan hari ini menjadi bekal berharga bagi para pekebun untuk meningkatkan produksi dan mengelola kebunnya secara lebih baik," tambahnya.
Sementara itu, perwakilan PT WKP, Mustafa, menyambut baik kunjungan peserta pelatihan dan mengaku bangga perusahaannya dipercaya menjadi lokasi pembelajaran lapangan.
Menurutnya, selama enam tahun bertugas di PT WKP, baru kali ini perusahaan menerima kunjungan peserta pelatihan dari AKPY Yogyakarta.
"Kami merasa sangat terhormat atas kepercayaan ini. Mudah-mudahan kunjungan ini menjadi wadah bertukar pengalaman dan ilmu yang bermanfaat bagi semua pihak," ujarnya.
Ia berharap diskusi antara peserta dan tim perusahaan dapat memperkaya wawasan mengenai pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.
"Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi peserta pelatihan, tetapi juga menjadi kontribusi bersama untuk memajukan sektor perkebunan kelapa sawit Indonesia," tutupnya.






