• Selasa, 29 September 2026
Berita Terbaru

Batik Sawit dan Produk Turunan Sawit Dikenalkan di FEB UGM

Jakarta, SAWIT INDONESIA - CEO Smart Batik, Miftahudin Nur Ihsan, ungkap inovasi usaha batik yang dijalankan sejak 7 tahun lalu. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi dosen tamu Kuliah Kewirausahaan di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Universitas Gajah Mada, pada Selasa, (29 April 2025).

Dikatakan Ihsan, inovasi yang dilakukan CV. Smart Batik Indonesia (Smart Batik) mulai dari awal berdiri hingga sekarang.

“Smart Batik merupakan usaha inovatif yang berasal dari Kota Yogyakarta yang dirintis bersama istrinya, Dinar Indah Lufita Sari pada tahun 2018,” katanya, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sawitindonesia.com.

Inovasi pertama yang dilakukan adalah dengan menginisiasi motif-motif batik tematik, seperti batik bermotif pendidikan, kesehatan, sains, sosial, bahasa, olahraga, musik, pertanian, perkebunan, perikanan, ekonomi, geografi, dan motif-motif unik lainnya.

Dari inovasi ini, kemudian Smart Batik dipercaya Direktorat Pajak Republik Indonesia untuk mengembangkan batik bertema kesadaran pajak pada tahun 2018. Lalu, Smart Batik semakin dikenal dan menerima pesanan batik kustom dari instansi pemerintahan serta dipercaya berbagai asosiasi pendidik nasional untuk mengembangkan batik asosiasi, seperti Batik Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (2020), Batik Perkumpulan Pendidik Sains Kimia Indonesia (2021), Batik Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (2022), dan Batik Forum Guru Indonesia (2024).

Lebih lanjut, Ihsan mengatakan pada tahun 2023, Smart Batik mulai bermitra dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Kementerian Keuangan, dengan mengembangkan batik sawit dan pewarna alami.

“Berbeda dengan sebelumnya, inovasi yang dilakukan lebih ke arah material atau bahan batik. Smart Batik mengembangkan produk malam atau lilin batik yang berbasis kelapa sawit. Berkat inovasi ini, Smart Batik semakin berkembang dan saat ini dapat membina 60 Ibu-Ibu pembatik di Yogyakarta,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Ihsan juga menjelaskan berbagai macam produk turunan kelapa sawit yang dapat dijadikan sebagai ide bisnis, seperti di industri kosmetik, energi, farmasi, makanan, dan kerajinan.

“Adik-adik mahasiswa, salah satu ide bisnis yang saat ini cukup potensial adalah pengembangan hilirisasi produk kelapa sawit. Sawit memiliki berbagai macam produk turunan dan ternyata selama 24 jam kita tidak terlepas dari produk turunan sawit, seperti sabun, shampoo, kosmetik, pasta gigi, makanan, bahan bakar, dan produk-produk kerajinan,” ungkap pria alumni Penerima Beasiswa Bidikmisi dan LPDP.

Artikel Terkait