• Kamis, 1 Oktober 2026
Berita Terbaru

Bakal Diluncurkan 1 Januari 2025, Segini Kebutuhan Sawit untuk B40

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Pemerintah berencana memulai penggunaan biodiesel campuran solar dengan 40 persen (B40) minyak sawit mulai 1 Januari 2025.
Sejauh ini Indonesia sudah menjalankan program biodiesel B35 yang implementasinya sudah dilakukan sejak 2023. Sejak awal tahun sudah ada 8,21 juta kiloliter (KL) B35 yang disalurkan dari target 13,4 juta kiloliter.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi memperkirakan stok minimal minyak kelapa sawit mentah (CPO) untuk menopang program B40 sekitar 17,57 juta kiloliter nantinya. Hitung-hitungan itu berasal dari asumsi kebutuhan solar tahun 2024 sebesar 38,04 juta kiloliter. Sementara dengan asumsi pertumbuhan rerata produk domestik bruto (PDB) sebesar 5%, maka penyaluran B40 diperlukan stok CPO domestik sekitar 17,57 juta kiloliter atau sekitar 15,29 juta ton CPO.

"Kita sudah identifikasi kemampuan teknis dari penyediaan, infrastruktur, feedstock, itu untuk B40 insyaallah bisa dimandatorikan 1 Januari 2025," ujar Dirjen EBTKE Eniya Istiani Dewi di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2024).

Diakuinya, bahwa terdapat beberapa hambatan, salah satunya badan usaha penyalur BBM yang menyiapkan implementasi B40 dari 34 hanya 23 badan usaha yang siap menyalurkan B40.

"Sekarang tinggal 4 bulan lagi ini seluruh badan usaha BBM sedang persiapan, jumlahnya di saya sudah ada 34 industri. Ternyata tidak semua aktif ada yang kekurangan feedstock-nya juga dan masalah lainnya, jadi yang aktif hanya 23," terangnya.

Eniya juga mengungkapkan bahwa pemerintah terus melanjutkan peta jalan biodiesel menjadi B50 hingga B60. Menurutnya, sejak Juli hingga Desember 2024 pemerintah akan melakukan uji mesin untuk menjajal B50 dan B60.

Artikel Terkait