SAWIT INDONESIA - Dalam rangka upaya mendorong peningkatan produktivitas kebun kelapa sawit dan kesejahteraan petani kelapa sawit swadaya di Kabupaten Aceh Timur, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menunjuk Best Planter Indonesia (BPI) sebagai mitra yang handal untuk pelaksanaan program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS). Dengan filosofi “Membangun kebun adalah membangun manusia“, BPI melakukan kegiatan kunjungan lapangan (field visit) ke PT. Agro Sinergi Nusantara guna memantapkan materi yang diberikan selama lima hari dikelas.
Program ini merupakan bagian dari komitmen BPDP dalam memperkuat kapabilitas petani sawit rakyat agar mampu mengelola kebun secara lebih profesional, efisien, dan berkelanjutan. Melalui pendampingan dan pembelajaran berbasis praktik lapangan, petani memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai standar operasional dan teknik budidaya yang diterapkan pada perusahaan perkebunan yang telah berhasil mencapai produktivitas tinggi. Penerapan Best Management Practices menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas kebun kelapa sawit rakyat.
Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada petani untuk melihat secara langsung dan mendapat penjelasan dari pelaku kegiatan dilapangan. Seluruh tahapan budidaya kelapa sawit, mulai dari pengelolaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), hingga pengelolaan Tanaman Menghasilkan (TM).
Kunjungan lapangan dilakukan pada hari Kamis, 10 September 2026 di PT. Agro Sinergi Nusantara (ASN) kebun Batee Puteh Kabupaten Aceh Barat Propinsi Aceh. PT Agri Sinergi Nusantara merupakan anak Perusahaan dari PTPN IV Palm Co (Gabungan dari PTPN I dan PTPN IV Region 6). Para peserta mendapat penjelasan langsung dari Bapak Zuhri Pradana selaku Estate Manager, Bapak Yudi Irvansyah selaku Askep dan Bapak Bima sebagai asisten lapangan kebun Batee Puteh.
Acara kunjungan lapang langsung di pandu oleh Bapak Yudi Irvansyah selaku Askep dengan menjelaskan teknis budidaya sebagai berikut:
1. Penanaman Sesuai Standar
Penanaman dilakukan dengan memperhatikan jarak tanam yang sesuai sehingga setiap tanaman memperoleh ruang tumbuh dan sinar matahari yang optimal. Jarak tanam yang tepat juga memudahkan pelaksanaan pemeliharaan dan panen. Produktivitas akan optimal jika Satuan Pokok per Hektar (SPH) 100 % tumbuh dengan baik.
2. Pemeliharaan Piringan dan Gawangan
Area di sekitar tanaman dijaga tetap bersih dari gulma yang dapat bersaing dalam penyerapan unsur hara dan air. Pengelolaan gulma dilakukan secara terencana sehingga tidak mengganggu pertumbuhan tanaman. Terhadap tumbuhan yang bermanfaat harus dijaga guna mempertahankan kesuburan tanah dari erosi dan gersang.
3. Pemupukan Berimbang
Petani memperoleh pemahaman bahwa pemupukan bukan hanya soal jumlah pupuk, tetapi juga ketepatan jenis, dosis, waktu, dan cara aplikasi. Jangan sampai petani memberikan pupuk pada tanaman menjadi sia-sia dan tidak efisien. Analisa tanah dan Analisa daun merupakan Solusi terbaik agar pemupukan efisien.
4. Pengendalian Hama dan Penyakit
Monitoring dilakukan secara rutin untuk mendeteksi serangan hama dan penyakit sejak dini. Dengan demikian, tindakan pengendalian dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
5. Konservasi Tanah dan Air
Peserta juga mempelajari pentingnya menjaga kesuburan tanah melalui pemanfaatan pelepah, pengelolaan drainase, serta upaya konservasi pada lahan bergelombang. Praktik ini bertujuan mempertahankan ketersediaan air dan mencegah erosi.
6. Penunasan atau Pruning
Pelepah tua dipangkas sesuai standar untuk memudahkan panen, meningkatkan efisiensi pemanenan, dan menjaga kesehatan tanaman.
7. Pengendalian Gulma Terpadu
Pengendalian gulma dilakukan sesuai kondisi lapangan sehingga tanaman dapat tumbuh optimal tanpa kehilangan unsur hara akibat persaingan dengan gulma.
8. Panen Tepat Matang
Peserta memperoleh pengetahuan mengenai kriteria buah matang panen, pentingnya pengutipan brondolan, serta dampak kualitas panen terhadap rendemen minyak sawit.
Melalui kunjungan lapangan ini, petani swadaya memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya penggunaan kecambah unggul sebagai langkah awal dalam membangun kebun yang produktif dan berkelanjutan. Apabila praktik-praktik tersebut diterapkan secara konsisten, produktivitas kebun sawit rakyat dapat meningkat secara signifikan.
Produksi tandan buah segar yang lebih tinggi akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani dan kesejahteraan keluarganya.














