• Selasa, 6 Oktober 2026
Berita Terbaru

B40 Hemat Devisa Rp107,2 Triliun, Uji Coba B50 Segera Dimulai

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi melalui biodiesel kembali menunjukkan hasil signifikan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa program Biodiesel B40 kini menjadi salah satu pendorong utama hilirisasi sawit sekaligus mesin penggerak ekonomi hijau di Indonesia.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menyampaikan bahwa pemanfaatan B40 hingga 6 November 2025 mencapai 12,11 juta kiloliter (KL), atau sekitar 77,8% dari target 15,6 juta KL tahun ini. Namun, lebih dari sekadar capaian volume, program ini memberikan dampak keberlanjutan yang lebih luas.

Menurut Eniya, pemanfaatan B40 sepanjang 2025 telah menghemat devisa hingga Rp107,2 triliun, memperkuat kemandirian energi dengan menekan impor solar. Di saat yang sama, hilirisasi CPO untuk biodiesel memberikan nilai tambah ekonomi sebesar Rp16,89 triliun dan menyerap tenaga kerja hingga 1,52 juta orang. Program biodiesel juga berkontribusi besar terhadap agenda iklim nasional dengan mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) hingga 32,2 juta ton CO₂.

“B40 memberikan banyak pelajaran untuk perbaikan berkelanjutan. Karena itu pengawasan kami perketat, dan implementasi hingga akhir tahun terus kami kawal,” kata Eniya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Selasa (11/11/2025).

Pemerintah kini melangkah lebih jauh dengan menyiapkan transisi ke Biodiesel B50. Uji laboratorium tengah dilakukan, dan implementasi perdana ditargetkan pada semester II 2026. Dalam enam bulan ke depan, pemerintah akan melakukan pengujian lapangan mencakup aspek teknis, road test, kesiapan pendanaan, ketersediaan bahan baku CPO, hingga kesiapan infrastruktur distribusi.

Tahap lanjutan ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara pelopor biodiesel di dunia—memadukan agenda energi bersih, pemberdayaan industri sawit nasional, dan penghematan devisa dalam satu strategi terpadu.

Artikel Terkait