Medan, SAWIT INDONESIA – Petani sawit Sumatera Utara menghadapi kenyataan seiring terjadinya penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di awal Oktober 2026.
Berdasarkan rapat Tim Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Produksi Mitra Plasma yang digelar pada 30 September 2026 di Aula Dinas Pertanian Sumatera Utara, terjadi penurunan harga di semua kelompok umur tanaman untuk periode 30 September – 6 Oktober 2026.
Merujuk Berita Acara Rapat yang ditandatangani Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara, Fariz Haholongan Hutagalung, S.STP, M.Si. Di periode ini, penetapan menggunakan rata-rata harga CPO lokal dan ekspor sebesar Rp15.043,43 per kilogram, rata-rata harga kernel lokal Rp13.360,38 per kilogram, serta faktor K sebesar 93,74%.
Untuk tanaman umur tiga tahun, harga TBS ditetapkan sebesar Rp3.202,11 per kilogram, turun Rp139,27 per kilogram dibandingkan harga minggu sebelumnya yang mencapai Rp3.341,38 per kilogram.
Penurunan semakin besar pada tanaman yang lebih tua. Pada tanaman umur enam hingga sembilan tahun, harga TBS masing-masing berada di level Rp3.637,02, Rp3.610,46, Rp3.735,92 dan Rp3.770,72 per kilogram. Penurunannya berkisar antara Rp159,07 hingga Rp168 per kilogram.
Untuk kelompok tanaman umur 10–20 tahun, harga TBS ditetapkan sebesar Rp3.801,58 per kilogram, turun Rp169,53 per kilogram dari sebelumnya Rp3.971,11 per kilogram. Angka penurunan tersebut menjadi yang terbesar dalam daftar penetapan harga periode ini.
Sementara itu, harga TBS tertinggi untuk periode tersebut tercatat pada tanaman umur 21 tahun, yakni Rp3.805,95 per kilogram. Namun, harga ini juga mengalami penurunan Rp168,92 per kilogram dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di level Rp3.974,88 per kilogram.














