• Senin, 5 Oktober 2026
Berita Terbaru

Asosiasi Inventor Indonesia Gelar Seminar Prospek Industri Hilir Sawit

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Asosiasi Inventor Indonesia mengadakan Seminar yang bertemakan “Prospek Inudstri Hilir Sawit ke Depan” yang menghadirkan tiga pembicara dari beragam bidang di Jakarta Selatan, Selasa (20 Agustus 2024). Kegiatan yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) ini dibuka oleh Ketua Umum Asosiasi Inventor Indonesia, Prof (Ris) Ir. Didiek Hadjar Goenadi,. MSc, PhD, INV.

“Seminar ini merupakan bagian dari Kerjasama Asosiasi Inventor Indonesia dengan BPDPKS untuk mendukung percepatan komersialisasi invensi hasil GRS melalui valuasi dan promosi kepada dunia industri,” ujar Didiek Hadjar.

Seminar ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Arfie Thahar (Kepala Divisi Pelayanan BPDPKS), Sahat Sinaga (Direktur Eksekutif GIMNI), dan Harry Hanawi (Ketua Komite Perkebunan-APINDO).

Arfie Thahar menjelaskan bahwa BPDPKS bekerja sama dengan Pemerintah Pusat (Kementerian ESDM, Perindustrian, Perdagangan), Perusahaan Swasta dan Perguruan Tinggi dalam implementasi program insentif biodiesel, riset, dan promosi.

Dijelaskan Arfie bahwa program pendanaan Litbang Sawit BPDPKS berfungsi sebagai fasilitator bagi riset untuk dapat menyeberangi TRL 3,4,5 atau 6 menjadi TRL 7, 8 atau 9 agar hasil riset semakin cepat dapat dikomersialisasikan dan segera dimanfaatkan oleh para stakeholder.

Berdasarkan data BPDPKS dari periode 2015 – Juli 2024, program riset BPDPKS telah menjangkau 21 provinsi yang melibatkan 1.212 peneliti dan 88 lembaga.

Sahat Sinaga menuturkan secara keseluruhan inovasi minyak sawit ke arah High Value Added karena itulah Generasi Z ,kini lebih kreatif memanfaat- kan minyak sawit dalam berbagai appli-kasi dan kebutuhan; kosmetik,farmasi, dan juga makanan/ jajan-an hari-harian di kampung/pedesaan.

“Usul kami libatkan UMKM sebagai jalur distribusi untuk pemanfaatan minyak sawit bernutrisi tinggi , CBS dan speciality fat,” urainya.

Harry Hanawi Ketua Komite Perkebunan-APINDO menjelaskan program pengembangan biofuel saat ini juga mengarah kepada Sustainable Aviation Fuel dan renewable gasonline.

Kementerian ESDM berencana untuk memperluas penelitiannya dalam bensin terbarukan berbasis kelapa sawit di pabrik percontohan di Sumatera Selatan dengan kapasitas produksi 238,5 kiloliter per hari (87.053 liter/tahun).

Proyek ini mengubah minyak sawit menjadi bensin terbarukan melalui proses “cracking” menggunakan katalis berbasis zeolit yang diproduksi oleh Institut Teknologi Bandung (ITB).

Artikel Terkait