Berita Terbaru
Asian Agri Menjadi Referensi Keberhasilan Kemitraan Petani
JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Asian Agri ditunjuk sebagai perusahaan yang berkomitmen meningkatkan taraf hidup petani kelapa sawit oleh Tim Investasi Pertanian Bertanggung Jawab ASEAN (ASEAN RAI). Penunjukkan ini, di antaranya didasarkan pada kegiatan kemitraan dengan petani kelapa sawit yang meliputi kesuksesannya dalam mengidentifikasi kebutuhan dan persyaratan replanting atau penanaman kembali serta penerapan model bagi hasil untuk mendorong rasa tanggung jawab bersama.
Dan, memanfaatkan teknologi dan pelatihan bagi petani mitra untuk mengintensifikan produksi (melalui penanaman kembali di lahan yang sama) untuk meminimalkan kemungkinan deforestasi dan degradasi. Dan, membangun kemitraan swasta-publik yang kuat untuk memastikan program pemerintah dan skema pendanaan akan membantu mengatasi tantangan di lapangan.
ASEAN RAI menerbitkan Pedoman untuk Mempromosikan Investasi Bertanggung Jawab di bidang Pangan, Pertanian, dan Kehutanan, yaitu sebuah kerangka kerja kontekstual regional yang memastikan investasi swasta mencapai target pembangunan sekaligus meminimalkan dampak negatif.
Melalui publikasi studi kasus ini, Asian Agri bersama dengan Grow Asia ingin berbagi pembelajaran dan menguraikan keberhasilan program kemitraan Asian Agri yang telah membantu 30.000 petani kelapa sawit di Indonesia
Managing Director Asian Agri, Kelvin Tio mengungkapkan, pihaknya terus mendorong lebih banyak petani kelapa sawit untuk melakukan replanting merupakan elemen penting dari strategi bisnis yang dijalankan. “Untuk itu, kami harus memahami apa saja yang dibutuhkan oleh petani agar mereka dapat berhasil melakukan replanting,” ujarnya.
Selanjutnya, ia menambahkan komitmen keberlanjutan yang telah dilaksanakan Asian Agri merupakan wujud dari nilai atau value perusahaan. “Kami bekerja dan menganut nilai-nilai inti kami, yaitu 5C – baik untuk masyarakat (good for community), baik untuk negara (good for country), baik untuk iklim (good for climate), baik untuk pelanggan (good for customer), dan baik untuk perusahaan (good for company). Kami terus berupaya untuk kualitas terbaik dan produktivitas tertinggi sekaligus menurunkan biaya ekonomi, lingkungan, dan sosial,” tambah Kelvin Tio.
Sebagai informasi, pada 2017 Asian Agri meluncurkan program Komitmen Kemitraan Satu banding Satu, yang memungkinkan pengelolaan 1 hektar lahan petani sebanding dengan 1 hektar lahan inti Asian Agri. Melalui program ini, Asian Agri menyediakan pasar untuk mempermudah petani dalam menjual hasil panen. Dan, memberikan dukungan berkelanjutan untuk meningkatkan taraf hidup petani dan meningkatkan hasil perkebunan seperti pelatihan serta bantuan dan peralatan modern.
Pada tahun 2020, sebagai bagian dari Komitmen Kemitraan Satu banding Satu, Asian Agri menginvestasikan sekitar USD 2,7 juta ke dalam program kemitraan petani, yang mencakup biaya sekitar 200 staf ahli lapangan, insentif tunai untuk produktivitas yang lebih berkualitas, dan pembagian premi minyak sawit bersertifikat untuk Roundtable on Sustainale Palm Oil (RSPO) dan International Sustainability and Carbon Certification (ISCC).






