Di antaranya akan menampilkan varietas benih kelapa sawit yang moderat dan resisten terhadap ganoderma, yaitu Spring MRGano dan Themba MRGano.
Pameran industri kelapa sawit terbesar di Sumatera, 3rd SIEXPO 2025, dijadwalkan berlangsung 7 – 9 Agustus 2025 menjadi momentum bagi pelaku usaha kelapa sawit dan supporting-nya untuk menampilkan berbagai produk unggulannya. Tak terkecuali bagi produsen benih kelapa sawit, akan turut menampilkan berbagai varietas benih kelapa sawit yang diproduksi.
Salah satunya produsen benih sawit ASD Bakrie – OPSI. Perusahaan yang bergerak di bidang penelitian, pemuliaan tanaman, produksi benih, penjualan dan pemasaran benih kelapa sawit unggul. Produsen benih kelapa sawit ini juga sudah menyiapkan beberapa varietas benih unggul yang akan ditampilkan di 3rd SIEXPO 2025, di Co-ex Pekanbaru, Riau.
Seed Sales and Marketing Head, PT ASD Bakrie – OPSI, Budi Setiawan Nasution menyampaikan pihaknya bersama timnya akan menyuguhkan beberapa varietas benih kelapa sawit unggulannya.
“Produk andalan yang akan ditampilkan di 3rd SIEXPO 2025 di antaranya varietas Spring dan Themba. Kedua varietas ini mempunyai kelebihan dan keunggulan,” ujarnya dalam jawaban tertulis yang diterima redaksi Majalah SAWIT INDONESIA.
“Varietas Spring memiliki keunggulan hasil panen yang jauh di atas rata-rata serta hasil ekstraksi yang tinggi. Mempunyai karakteristik pertumbuhan pokok yang lambat sehingga mudah dipanen. Sedangkan, varietas lain yang akan ditampilkan yaitu Themba, dengan keunggulan menghasilkan panen yang jauh di atas rata-rata, Themba mempunyai karakteristik pelepah yang pendek sehingga kerapatan tanaman mampu mencapai 160 pokok/ha,” imbuh Budi.
Benih unggul dari ASD Bakri – OPSI mampu mencapai produktivitas hingga 10 ton/ha/tahun, bahkan rendemen minyak mencapai 26% dari total tandan buah segar yang dihasilkan per ha.
Dengan menggunakan varietas benih kelapa sawit dari ASD Bakrie – OPSI, memungkinkan pelaku usaha perkebunan kelapa sawit bisa mendapatkan keuntungan finansial dan peluang yang lebih besar serta mengembangkan, mengelola, dan memaksimalkan hasil panennya.
Lebih lanjut, Budi mengungkapkan, pihaknya juga akan menampikan varietas benih kelapa sawit dari ASD Bakrie, yaitu varietas benih kelapa sawit yang toleran dan resisten Ganoderma, Spring MRGano dan Themba MRGano.
“Kedua varietas ini sudah teruji dan dibuktikan mampu toleran dan resisten terhadap jamur Ganoderma yang menyebabkan penyakit busuk pangkal batang tanaman kelapa sawit,” ungkapnya.
Seperti diketahui, Ganoderma bagi pelaku usaha perkebunan kelapa sawit sudah menjadi momok yang mengerikan, sebab dapat menyebabkan kerugian secara ekonomi. Para pakar perkelapa sawitan di Indonesia sudah banyak mengungkapkan kerugian dari sisi ekonomi jika tanaman kelapa sawit yang dibudidaya sudah terpapar jamur Ganoderma.
Dikutip dari https://palmoilina.asia/, penyakit ganoderma ini yang disebut sebagai “silent killer” sedang mengancam kebun sawit tanpa mengenal lokasi, generasi maupun umur tanaman sawit. Pada fase awal, serangan ganoderma yang tidak kasat mata akan menurunkan produktivitas TBS hingga kemudian mematikan pokok tanaman kelapa sawit secara signifikan pada fase serangan yang parah/akut.
Penurunan produktivitas hingga kematian pokok tanaman kelapa sawit produktif menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Kerugian ekonomi yang terjadi tidak hanya pada level perkebunan sawit (on farm) saja tetapi juga akan mengancam industri sawit secara keseluruhan maupun perekonomian Indonesia, mengingat besarnya peran industri hilir sawit domestik dalam devisa ekspor (PASPI, 2023; PASPI Monitor, 2024) dan perekonomian Indonesia.
(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 164)














