• Minggu, 4 Oktober 2026
Berita Terbaru

Apresiasi Petani Sawit Rakyat: PTPN IV PalmCo Gelar PSR Award 2026 untuk Perkuat Kemitraan dan Produktivitas Nasional

Yogyakarta, SAWIT INDONESIA - PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo memberikan apresiasi kepada para petani, koperasi, regional, unit pembelian, dan pemasok Tandan Buah Segar (TBS) berprestasi melalui ajang PSR Award 2026. Kegiatan ini dihelat sebagai langkah strategis untuk mendorong penguatan perkebunan sawit rakyat sebagai pilar penting industri sawit nasional.

Malam puncak penghargaan yang dikemas dalam rangkaian Gala Dinner tersebut berlangsung meriah di LPP Garden Hotel, Yogyakarta, Jumat (11/9/2026). Acara ini dihadiri oleh jajaran manajemen puncak PTPN IV PalmCo, perwakilan pemerintah, asosiasi petani, serta mitra petani dari Regional 1 hingga 7.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa kemitraan yang erat dengan petani merupakan fondasi fundamental bagi keberlangsungan bisnis perusahaan, sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan energi nasional.

"Kami menegaskan komitmen untuk tumbuh bersama petani sawit rakyat melalui kemitraan yang transparan, produktif, saling menguntungkan, dan berkelanjutan," ujar Jatmiko. Ia menambahkan, sinergi dengan ribuan petani mitra di berbagai wilayah Indonesia tidak hanya mendongkrak kesejahteraan petani, tetapi juga memperkuat rantai pasok industri sawit nasional serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan negara.

Dorongan Akselerasi Peremajaan Sawit Rakyat

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto, mengungkapkan bahwa Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) secara nasional terus menunjukkan progres positif sejak digulirkan pada 2016. Hingga saat ini, Ditjen Perkebunan telah menerbitkan Rekomendasi Teknis (Rekomtek) seluas sekitar 440.000 hektare, dengan realisasi melalui jalur kemitraan baru mencapai kurang lebih 27.000 hektare.

"Sebenarnya PSR itu cukup membanggakan, karena sudah 440.000 hektare rekomtek yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan sejak tahun 2016," ungkap Heru.

Pihaknya mendorong PTPN IV PalmCo beserta seluruh pemangku kepentingan untuk mempererat kemitraan dengan petani plasma sekaligus mempercepat penerbitan Rekomtek baru. Langkah ini dinilai mendesak agar tanaman sawit yang telah memasuki usia tua dapat segera diremajakan menggunakan benih unggul serta penerapan praktik budidaya yang baik (Good Agricultural Practices), demi menggenjot produktivitas dan kesejahteraan petani.

Komisaris Utama PTPN IV PalmCo, Desrial, menyoroti posisi strategis pekebun rakyat yang menguasai sekitar 41 hingga 42 persen dari total perkebunan sawit di Indonesia. "Jumlah pekebun sawit rakyat ini secara persentase adalah sekitar 41-42 persen sehingga ini merupakan suatu kekuatan yang sangat besar untuk industri sawit nasional kita," tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, jajaran manajemen PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyudha, menilai momentum Gala Dinner dan PSR Award 2026 di Yogyakarta ini mampu mempererat ikatan kebersamaan hulu-hilir. Integrasi rantai nilai yang efisien dan berkelanjutan ini juga sejalan dengan penerapan prinsip ekonomi sirkular. Ketua Umum ASPEKPIR, Setiyono, turut menyambut baik harmoni kemitraan ini, mengingat PSR adalah secercah harapan besar bagi masa depan keluarga petani dan keberlanjutan sektor perkebunan.

Indikator Penilaian Transparan dalam PSR Award 2026

Dalam ajang perdana ini, PTPN IV PalmCo menetapkan lima kategori penghargaan berdasarkan indikator kinerja yang objektif dan terukur, bukan sekadar berdasarkan volume pasokan semata:

  • Kebun Plasma Terbaik: Menilai tingkat produktivitas dan penerapan manajemen tunggal (single management).
  • Regional PSR Terbaik: Mempertimbangkan komposisi kemitraan, capaian luas terhadap RKAP, realisasi luasan, dan persentase luas terhadap total wilayah PTPN IV PalmCo.
  • Regional Pembelian TBS Terbaik: Berdasarkan pencapaian tonase terhadap RKAP, margin kontribusi, serta persentase pasokan TBS ke PalmCo.
  • Unit Pembelian TBS Terbaik: Menilai capaian RKAP, margin kontribusi, dan persentase pasokan ke regional.
  • Pemasok TBS Terbaik: Menimbang kuantum pasokan, konsistensi, kualitas TBS, aspek legalitas, hingga ketepatan administrasi.

Melalui pendampingan intensif dan pengelolaan profesional mulai dari pemupukan hingga panen, PTPN IV PalmCo berharap kontinuitas dan kualitas pasokan TBS ke pabrik semakin terjamin, sementara petani dapat menikmati peningkatan pendapatan yang signifikan.

Sumber: riauaktual.com

Artikel Terkait