Jakarta, SAWIT INDONESIA — Asosiasi Produsen Oleokimia Indonesia (APOLIN) menyampaikan duka cita mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa fasilitas PT Evyap Sabun Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara, hingga mengakibatkan korban jiwa.
Ketua Umum APOLIN, Markus Susanto, mewakili pengurus dan seluruh keluarga besar industri oleokimia nasional, menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa yang setinggi-tingginya kepada para korban serta keluarga yang ditinggalkan.
"Atas nama Pengurus dan seluruh keluarga besar APOLIN, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, khusnul khatimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," ujar Markus Susanto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Selain itu, Markus juga menyatakan keprihatinannya atas musibah di pabrik PT Evyap Sabun Indonesia dan korban beserta keluarganya.
“Kami turut bersimpati kepada jajaran pimpinan, manajemen, dan seluruh karyawan PT Evyap Sabun Indonesia—yang merupakan salah satu perusahaan anggota APOLIN—dalam menghadapi masa sulit ini. Dan turut menyampaikan rasa prihatin, simpati, dan solidaritas atas musibah ini,” urainya.
Pihaknya meyakini bahwa manajemen PT Evyap Sabun Indonesia telah bergerak cepat dalam penanganan darurat. "Kami percaya jajaran manajemen telah mengambil langkah-langkah bijak untuk menangani para korban, memberikan pendampingan penuh kepada keluarga, memastikan keselamatan seluruh karyawan, serta memitigasi dampak dari kejadian tersebut," tambahnya.
Lebih lanjut, Markus berharap proses penanganan dan investigasi oleh pihak berwenang dapat berjalan dengan lancar untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Hasil evaluasi dari musibah ini semoga menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh pelaku industri.
"APOLIN berdiri bersama PT Evyap Sabun Indonesia dan keluarga korban. Kejadian ini menjadi momentum pembelajaran bersama bagi seluruh jajaran industri oleokimia Indonesia untuk terus memperkuat aspek keselamatan kerja (K3) serta pencegahan kecelakaan di lingkungan industri," pungkas Markus.














