• Senin, 28 September 2026
Berita Terbaru

Anggota DPD RI Graal Taliawo, Menyambut Baik Kebijakan Hilirisasi Pertanian

Ternate, SAWIT INDONESIA - Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Maluku Utara, Graal Taliawo, menyambut baik kebijakan pemerintah pusat yang mengucurkan anggaran sebesar Rp371 triliun untuk mendukung program hilirisasi pertanian di Indonesia, termasuk di wilayah Maluku Utara.

Menurut Graal, langkah yang dilakukan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dalam mengembangkan komoditas unggulan nasional seperti kelapa dan pala, guna mewujudkan Indonesia sebagai pusat rempah-rempah dunia.

“Saya rasa dorongan yang dilakukan Menteri Pertanian sangat baik guna mendukung hilirisasi pertanian,” ujar Graal di ruang kerjanya, Selasa (28/10/2025).

Ia menilai, isu hilirisasi pada sektor pertanian kini telah menjadi agenda strategis nasional yang juga perlu disinergikan dengan kebijakan di daerah.

Menurut dia, hal ini merupakan perkembangan positif yang perlu direspons oleh pemerintah daerah di Maluku Utara.

“Sejak 2018 saya sudah mewacanakan hal ini, bahkan hingga ke level nasional. Bersyukur, isu ini kini bersambut dengan fokus pemerintahan Prabowo, termasuk oleh Kementan,” kata dia.

Meski demikian, Graal mengingatkan agar pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, dapat lebih kreatif menyusun program yang relevan dengan agenda hilirisasi pertanian dan perkebunan yang menjadi perhatian pemerintah pusat.

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif Pemda dalam menyusun program pelatihan bagi petani, menyediakan sarana dan prasarana pertanian, serta membuka ruang bagi investasi produktif di sektor pertanian dan perkebunan.

“Pemerintah dan Pemda harus tegas dalam pikiran dan kebijakannya, bahwa hilirisasi sektor pertanian perkebunan harus mengandalkan peran komunitas warga dan berbasis pada UMKM serta koperasi,” tegas dia.

Menurut dia, apabila hilirisasi hanya bertumpu pada investasi besar seperti industri pertambangan, maka manfaatnya tidak akan dirasakan secara merata oleh masyarakat.

“Bila hilirisasi berbasis investasi besar, hasilnya akan percuma. Pertumbuhan ekonomi memang terlihat tinggi, tapi ‘rekening investor’ yang lebih banyak berbunyi ketimbang warga pada umumnya,” ujar Graal.

Ia berharap, ke depan pemerintah pusat dan daerah dapat merancang program hilirisasi yang berorientasi pada pemberdayaan komunitas lokal dan kelompok tani agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Sumber: infopublik.id

Artikel Terkait