• Jumat, 25 September 2026
Seremoni

IEE Series 2025 Menjadi Jembatan Ekosistem Keberlanjutan di Industri Energi dan Engineering dari Hulu ke Hilir

Setelah sukses menggelar Construction & Engineering Week, Indonesia Energi & Engineering (IEE) Series 2025 resmi membuka Energy & Engineering Week yang diselenggarakan pada 17 - 20 September 2025 di JIExpo Kemayoran. Mengusung tema besar “Sustainability for Industrial Transformation”, pekan kedua ini mempertegas posisi IEE Series sebagai pameran multi-sektor terbesar di Asia Tenggara untuk sektor energi dan rekayasa teknik.

Country Manager Pamerindo Indonesia Lia Indriasari menjelaskan bahwa IEE 2025 hadir dengan skala yang semakin besar, menempati area lebih dari 143.000 meter persegi serta menghadirkan lebih dari 2.000 perusahaan dari 42 negara. Capaian ini menunjukkan kepercayaan global terhadap Indonesia sebagai pusat pertemuan industri energi dan engineering di Asia Tenggara.

“Pada penyelenggaraan tahun lalu, IEE sebagai pameran B2B berhasil mendukung bisnis berbagai sektor dengan multiplier effect, yang menjadi bukti konkret kontribusi IEE terhadap perekonomian nasional sekaligus pijakan optimisme untuk hasil yang lebih besar lagi di tahun ini. Sejalan dengan 17 poin United Nations Sustainable Development Goals (UNSDGs), IEE bukan hanya menjadi pusat pertemuan bisnis, tetapi juga platform penting untuk mendorong inovasi, transisi industri, serta pembangunan berkelanjutan yang bermanfaat bagi generasi mendatang,” tambahnya saat memberikan sambutan IEE Series 2025 - Energy & Engineering Week di Jakarta, Rabu (17 September 2025).

Selama empat hari, area indoor dan outdoor JIExpo Kemayoran akan dipenuhi oleh berbagai alat berat dan inovasi teknologi terbaru yang jarang terlihat di luar area industri terkait. Mulai dari EV dump truck dengan tonase hingga 120 ton, electric wheel loader, heavy-duty electric excavator ataupun hybrid excavator, sistem pembangkit ramah lingkungan, teknologi smart grid dan pendukung industri penyimpanan energi terkini, hingga solusi untuk pusat data dan infrastruktur digital masa depan. Area showcase outdoor terbagi menjadi area main outdoor dan outdoor hall B3, yang menghadirkan lebih dari 250 unit alat berat dengan berbagai inovasinya, seperti United Tractors, XCMG dengan GM Tractors dan GM Mobil, Zoomlion, Traktor Nusantara, SANY, hingga Shandong Heavy Industry (SDHI) yang membawahi berbagai brand seperti Sinotruk, Lovol, Shantui, Weichai, dan truk-truk Shacman.

Dr. Siti Sumilah Rita Susilawati, S.T., M.Sc., Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turut hadir membuka secara resmi IEE Series 2025 - Energy & Engineering Week di JIExpo Kemayoran. Kehadiran perwakilan dari Kementerian ESDM ini menegaskan pentingnya peran pameran multi-sektor industri energi dan engineering terbesar se-Asia Tenggara ini dalam mendukung target nasional menuju Net Zero Emissions 2060, hilirisasi industri, serta pembangunan ekosistem energi hijau dari hulu hingga hilir.

Energy & Engineering Week menaungi lima pameran unggulan, yaitu:

  • Mining Indonesia (edisi ke-23): berfokus pada industri pertambangan & pemulihan mineral
  • Oil & Gas Indonesia (edisi ke-16): berfokus pada produksi, dan pengolahan minyak & gas bumi
  • Electric & Power Indonesia (edisi ke-23): berfokus pada teknologi kelistrikan dan energi terbarukan
  • The Battery Show Indonesia (edisi perdana): platform utama untuk teknologi baterai & penyimpanan energi
  • Data Center Asia - Indonesia (edisi perdana): platform utama untuk pusat data dan manajemen cloud di sektor energi dan engineering

Lima pameran ini membentuk rantai lengkap ekosistem sektor energi dan engineering yang mendukung transformasi industri berkelanjutan, dari hulu ke hilir. Di sektor hulu dari industri energi diwakili oleh sektor pertambangan, mineral, minyak dan gas, serta berbagai peralatan dan alat berat berteknologi ramah lingkungan yang mendukung dalam ekstraksinya secara berkelanjutan. Di bagian pemrosesan dan penyimpanan energi diwakili oleh industri pembangkit listrik, energi terbarukan, penyimpanan energi, baterai untuk EV, hingga berbagai infrastruktur pendukung mobilitas hijau. Sampai di bagian hilir yang mengutamakan pentingnya solusi manajemen data dan cloud, guna mendukung digitalisasi operasi industri dan efisiensi energi serta sumber daya manusianya.

Sejalan dengan semangat tersebut, IEE Series 2025 juga menghadirkan debut dua pameran baru yang sangat dinanti, yakni The Battery Show Indonesia dan Data Center Asia – Indonesia. The Battery Show Indonesia menjadi platform pertama di Tanah Air yang menghadirkan para pelaku industri ternama yang berfokus pada teknologi baterai, sistem penyimpanan energi, dan rantai pasok kendaraan listrik untuk menjawab kebutuhan transisi energi nasional dan tren global elektrifikasi, terutama melihat investasi pabrik baterai EV di Indonesia yang terus meningkat tiap tahunnya. Hadirnya berbagai peserta pameran perdana dalam The Battery Show Indonesia ini juga menunjukkan perkembangan industri penyimpanan energi di Indonesia, dimana kapasitas pembangkit listrik energi baru terbarukan pada tahun 2025 telah mencapai 15,2 GW atau sekitar 14,5% dari total kapasitas pembangkit nasional. Diharapkan dengan kolaborasi berbagai pelaku industri dan pemangku kebijakan, pameran ini dapat menyokong target pemerintah untuk mencapai kapasitas 700 GW pada 2060.

(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 167)

Artikel Terkait