PT All Cosmos Indonesia, anak usaha dari All Cosmos Group asal Malaysia, memperkuat komitmennya di industri pupuk nasional dengan menghadirkan teknologi “3-in-1 fertilizer” yang menggabungkan unsur organik, NPK, dan mikroba dalam satu produk.
Direktur Utama PT All Cosmos Indonesia, Roslan Bin Arshad, mengatakan pabrik baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Simalungun, Sumatera Utara, telah mulai beroperasi pada pertengahan tahun ini dengan kapasitas awal beberapa ribu ton.
“Kami berasal dari Johor, Malaysia. Teknologi kami dikembangkan di Taiwan, lalu kami dirikan pabrik pertama di Malaysia pada 1999. Kini, teknologi tersebut sudah dibawa ke Indonesia,” ujar Roslan, Jumat (31/10/2025).
Menurut Roslan, pada tahun depan, kebutuhan pasar dalam negeri akan sepenuhnya disuplai dari fasilitas produksi di Sei Mangkei. Dengan begitu, harga produk diharapkan lebih efisien dibandingkan impor dari Malaysia.
Kelebihan Pupuk 3-in-1: Kombinasi Organik, Kimia, dan Mikroba
Roslan menjelaskan, keunggulan utama pupuk All Cosmos terletak pada kombinasi tiga komponen utama dalam satu butiran (pellet), yakni unsur organik, kimia (NPK), dan mikroba baik.
Formulasi tersebut diklaim mampu memperbaiki struktur tanah yang telah kehilangan kesuburan akibat penggunaan bahan kimia secara terus-menerus, sekaligus meningkatkan penyerapan nutrisi tanaman.
“Tanaman sawit generasi kedua hingga keempat banyak yang lapisan tanahnya sudah rusak. Dengan kombinasi ini, mikroba baik bisa kembali memulihkan tanah dan membantu penyerapan nutrisi,” ujarnya.
Selain itu, mikroba yang terkandung di dalam pupuk All Cosmos berfungsi menghidupkan kembali ekosistem tanah, yang selama ini banyak terpengaruh oleh pemakaian fungisida dan bahan kimia lainnya.
Dari pengalaman di Malaysia, aplikasi pupuk dilakukan tiga kali setahun, yaitu pada Februari–Maret, Mei–Juni, dan Agustus–September, dengan dosis sekitar 850 kilogram per hektare per tahun untuk tanaman sawit berumur hingga 15 tahun.
Perusahaan juga menyediakan layanan purnajual melalui tim agronomis yang membantu para pekebun dalam pengawasan dan konsultasi pemupukan di lapangan.
“Jika tim di kebun membutuhkan pendampingan, kami siap menurunkan tim pusat untuk membantu langsung,” tutur Roslan.
Hingga tahun ini, All Cosmos Indonesia mencatat penjualan sekitar 45.000 ton, tersebar di wilayah Medan, Riau, dan sebagian Kalimantan. Tahun depan, perusahaan menargetkan peningkatan volume penjualan menjadi 60.000 ton seiring dengan beroperasinya pabrik Sei Mangkei secara penuh.
Roslan optimistis konsep pupuk “3-in-1” akan semakin diterima pasar Indonesia karena lebih alami dan efisien, sekaligus membantu menekan masalah penyakit tanaman seperti Ganoderma yang banyak terjadi akibat hilangnya mikroba baik di tanah.
“Kami berharap semakin banyak pelanggan baru yang mau mencoba produk ini. Konsep 3-in-1 masih baru di Indonesia, tapi ini solusi jangka panjang untuk tanah dan tanaman yang lebih sehat,” pungkasnya.














