• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

AKPY-Stiper Tampilkan Produk UKMK Sawit di Pameran BPDPKS dan Kemenkeu

JAKARTA, SAWIT INDONESIA Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-Stiper) menjadi salah satu peserta dalam gelaran Pameran dan Talkshow Sinergi Pemberdayaan Usaha Kecil, Mikro, dan Koperasi (UKMK) yang diadakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), selama tiga hari (7–9 Juni 2022), di Jakarta. Pada kesempatan itu, AKPY-Stiper berkesempatan menampilkan beberapa produk UKMK yang didampingi dari program penguatan kelembagaan petani sawit dengan tema mewujudkan Desa Sawit Mandiri Pangan dan Energi sejak 2020 di Kabupetan Tanjung Jabung Barat dan Muara Bungo, Provinsi Jambi. Produk yang ditampilkan antara lain produk makanan dari UKMK Sawit, yaitu Bolu Sawit, Kripik Jamur Sawit, Kripik Buah Naga dari lahan Sawit, Sambel kemasan dari lahan sawit replanting, piring lidi sawit, saleh dan kripik pisang, kompos dari limbah sawit, pupuk cair dan madu dari lahan sawit. Selain itu, juga menampilkan produk aplikatif hasil riset mahasiswa di antaranya yaitu alat pengasah alat panen mekanik dan edible straw (sedotan dari pati umbut sawit), plastik degradeable (dari pati batang sawit) dan tricoderma sp. Produk-produk ini hasil dari mahasiswa Program Diploma I AKPY-Stiper, penerima beasiswa dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) – Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP-Kuliah). Direktur AKPY-Stiper, Dr. Ir. Sri Gunawan M.P, IPU, mengutarakan pada kegiatan yang diikuti di Jakarta, pihaknya ingin menunjukkan produk dari UKMK Desa Sawit Mandiri Pangan dan Energi yang sudah didampingi sejak beberapa waktu lalu. “Perkebunan sawit yang dikelola dengan baik akan bisa menyiapkan kebutuhan hidup masyarakat. dari lahan sawit yang replanting dan masa TBM (tanaman belum meghasilkan), bisa ditanami tanaman tumpang sari sesuai kebutuhan selama tiga tahun,” ujarnya, saat ditemui usai Talkshow, di Jakarta, pada Rabu (8 Juni 2022). Selanjutnya, ia menambahkan kami juga mendorong agar petani yang masih memiliki lahan non sawit (pekarangan) berada di sekitar tempat tinggalnya dimanfaatkan untuk tanaman kebutuhan pangan. “Dengan ditanami tanaman pangan bisa untuk mencukupi kebutuhan pangan dan bisa juga diolah dan dikemas sehingga mendapatkan keuntungan ekonomi. Misalnya tanaman sayuran, buah dan lainnya. Sumber penghasilan pekebun tidak hanya dari lahan sawit melainkan dari lahan non sawit yang dimanfaatkan secara intensif. Sehingga petani tidak lagi ragu untuk replanting (peremajaan sawit), justru dengan replanting masih bisa menghasilkan income dari biomassa hasil replanting. Dari pelepah dan batangnya bisa untuk pakan ternak dan kompos, lidi sawit bisa untuk kerajinan,” tambah Sri Gunawan. “Harapannya dengan produk yang dipamerkan dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Muara Bungo, Provinsi Jambi, bisa diduplikat 'di daerah-daerah lainnya. Kuncinya dengan pendampingan masyarakat desa sawit dan BPDPKS siap mendukung kegiatan yang sama untuk daerah-daerah lain,” lanjutnya. Pada kesempatan sebelumnya, Direktur Umum BPDPKS, Eddy Abdurrahman menyatakan bahwa kegiatan Pameran dan Talkshow Sinergi Pemberdayaan Usaha Kecil, Mikro, dan Koperasi (UKMK) merupakan upaya BPDPKS untuk berperan dalam sinergi pemberdayan UKMK Kemenkeu SATU sesuai arahan Menteri Keuangan terkait optimalisasi sinergi pemberdayaan UKMK. "Sehingga dapat disampaikan informasi kepada publik terkait pengembangan UKMK Sawit, meningkatkan citra positif sawit di Indonesia serta menjalin keterlibatan bersama publik yang lebih luas, " ucapnya. “Dari kegiatan ini diharapkan akan dapat disampaikan informasi-informasi, khususnya kepada publik, terkait dengan pengembangan UKMK Sawit, meningkatkan citra positif kelapa sawit di Indonesia, serta menjalin engagement dengan publik yang lebih luas,” imbuh Eddy.

Artikel Terkait