Berita Terbaru
AKPY – Stiper Gelar Pembinaan Mental, Fisik, Disiplin dan Pengenalan Kebun Kepada 331 Maba
Semarang, SAWIT INDONESIA - Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY – Stiper) kembali mengadakan kegiatan pembinaan mental, fisik, disiplin dan kenal kebun untuk mahasiswa baru. Kegiatan yang dikenal dengan Bintalfisdisbun ini, menjadi kegiatan wajib bagi mahasiswa baru sebelum menapaki bidang yang akan dipelajari di kampus.
Sebanyak 331 mahasiswa/i yang terdiri dari 310 mahasiswa/i program Diploma I Beasiswa Sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan 21 mahasiswa/i penerima Kartu Indonesia Pintar. Selama hampir 2 pekan menjalani kegiatan Bintalfisdisbun, di Kebun Pendidikan dan Penelitian (KP2), Ungaran – Semarang.
Direktur AKPY – Stiper, Dr. Sri Gunawan, MP, IPU mengatakan pihaknya melalui kegiatan Bintalfisdisbun bertujuan menyiapkan calon planter sebagai taruna andalan sawit menjadi SDM yang betul-betul memiliki mental, fisik dan disiplin yang baik serta dan mengenali bidang yang akan ditapaki selama berkarier di perkelapa sawitan.
“Dan, yang tidak kalah penting, calon planter juga harus mempunyai sikap disiplin yang tinggi sehingga saat lulus dan bekerja di kebun sudah memiliki bekal yang cukup. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan motivasi dari planter-planter dan praktisi kebun yang mumpuni,” ujarnya, saat ditemui di lokasi kegiatan, Rabu (9 November 2022).
Selanjutnya, ia menambahkan mengingat mahasiswa program Diploma I Beasiswa Sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yaitu dari lulusan SMA/Sederajat yang terdiri dari 26 provinsi sehingga heterogen. Maka dalam kegiatan Bintalfisdisbun melibatkan institusi (KOPASGAT/TNI AU) untuk membentuk mental, fisik dan disiplin serta Bela Negara untuk membela Negara melalui sektor kelapa sawit.
“Sementara, kegiatan dari tim motivasi yang dikemas dengan permainan (outbond) yaitu untuk membangkitkan kebersamaan, kemandirian, motivasi dan kreativitas. Dan, untuk kegiatan kenal kebun, mahasiswa dikenalkan dengan perkebunan kelapa sawit yang ada di Laboratorium (KP2 Ungaran) milik Yayasan. Mulai dari persiapan lahan hingga panen diperkenalkan pada mahasiswa baru. Sehingga saat belajar di kampus mahasiswa sudah mendapatkan gambaran, tinggal belajar teori dengan kurikulum Job Kompetensi Block (Kurikulum Berbasis Blok),” imbuh Sri Gunawan.
Kegiatan yang sudah menjadi agenda tahunan bagi mahasiswa baru untuk membentuk karakter calon planter dan mengenalkan kebun ini juga mendapat sambutan baik dari Direktur Utama BPDPKS, Eddy Aburrachman. “Dengan kegiatan Bintalfisdisbun mahasiswa program Diploma I Beasiswa Sawit, diharapkan bisa menjadi SDM di perkebunan kelapa sawit yang kompeten. Yang nantinya dengan pengetahuan yang didapat bisa mengembangkan perkebunan kelapa sawit di daerahnya masing-masing,” ucapnya saat ditemui di Ungaran, Semarang.
Seperti diketahui, BPDPKS melalui program pengembangan SDM kelapa sawit bekerjasama dengan tujuh lembaga pendidikan salah satunya AKPY – Stiper (Yogyakarta). Di tahun ini, BPDPKS memberikan dukungan dana (beasiswa) pada 1.000 mahasiswa yang sudah mendapatkan rekomendasi teknis dari Direktorat Jenderal Perkebunan – Kementerian Pertanian.
Selain memberikan apresiasi pada kegiatan Bintalfisdisbun mahasiswa program Diploma I Beasiswa Sawit, Eddy Abdurrachman juga menyampaikan potensi besar dari kelapa sawit yang berkontribusi pada negara (devisa) dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
“Kami ingin mahasiswa memahami potensi besar kelapa sawit yang sudah banyak dikembangkan mulai untuk produk makanan hingga biodiesel (B30). Kami tidak ingin mahasiswa penerima beasiswa sawit hanya mengerti jual TBS dari kebunnya ke tengkulak. Dan, kami ingin mahasiswa memahami kelapa sawit sebagai komoditas strategis yang dimiliki Indonesia karena sektor kelapa sawit memberikan kontribusi manfaat bagi negara. Baik dari sisi perekonomian nasional dan dari kelapa sawit bisa menghasilkan beragam produk turunan,” pungkas Eddy.














