• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

AKPY STIPER Dipercaya APTSIPI Jadi Tuan Rumah Gelaran FGD ‘Kampus Berdampak’ yang Dihadiri Wamen Diktisaintek Prof. Fauzan

Yogyakarta, SAWIT INDONESIA – Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY STIPER) dipercaya menjadi tuan rumah diselenggarakannya Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Ilmu Pertanian Indonesia (APTSIPI) yang mengusung tema ‘Kampus Berdampak: Perguruan Tinggi Menjadi Pusat Solusi Nyata Bagi Masyarakat’, yang diadakan di Aula AKPY – STIPER, pada Sabtu (12 Juli 2025).

Meski, AKPY–STIPER terhitung baru berusia 8 tahun (di tahun ini), namun sudah dipercaya menjadi tempat diadakannya forum diskusi yang dihadiri peserta yang mewakili 167 Perguruan Tinggi Swasta, dengan latar disiplin ilmu pertanian se-Indonesia. Bahkan, event diskusi ini dihadiri orang nomor dua di Kementerian Pendidikan Tinggi Sain dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yaitu Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., yang memberikan keynote speech.

Sementara, hadir sebagai pembicara FGD, Plt. Direktur Belmawa (Dr. Bery Juliandi, S.Si., M.Si.), Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., dan akademisi dengan latar pendidikan pertanian dari beberapa kampus.

Direktur AKPY STIPER, Dr. Sri Gunawan, S.P., M.P., mengatakan pihaknya bangga kampusnya dijadikan tempat dalam penyelenggaraan diskusi yang dihadiri pejabat dari pemerintah pusat (Kemendiktisaintek) yang menjabat sebagai Wakil Menteri.

“Terima kasih pak Wamen (Prof. Fauzan) yang sudah berkenan hadir di kampus (AKPY STIPER) dalam kegiatan FGD yang diadakan APTSIPI. Kami juga menyampaikan ucapan yang sama untuk APTSIPI yang telah menunjuk (AKPY STIPER) menjadi tuan rumah kegiatan diskusi,” ujarnya, saat menyampaikan sambutan.

“Inilah AKPY-STIPER, perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi di bidang perkebunan kelapa sawit, satu-satunya di Indonesia dengan jenjang Diploma I. Kami, sejak 2016 dipercaya menyelenggarakan pendidikan Beasiswa SDM Sawit bagian dari program pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS). Selain itu, kami juga mendapat kepercayaan untuk meningkatkan kapasitas petani sawit di Indonesia melalui kegiatan pelatihan petani sawit. Pendidikan dan pelatihan tersebut merupakan program dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yaitu lembaga (badan layanan umum) di bawah Kementerian Keuangan,” tambah Dr. Sri Gunawan.

Dikutip dari web resmi akpy-stiper.ac.id, AKPY STIPER merupakan perguruan tinggi penyelenggara pendidikan vokasi jenjang diploma. Sejak tahun lalu ada dua jenjang Diploma I (program studi pembibitan kelapa sawit dan program studi pemeliharaan kelapa sawit) dan Diploma II (Teknik Budidaya Kelapa Sawit dan Teknik Pengolahan Kelapa Sawit) yang berorientasi mencetak SDM di perkebunan kelapa sawit, terutama untuk mengisi jabatan supervisor level bawah (mandor, krani dan foreman di pabrik kelapa sawit). Perguruan tinggi ini di bawah naungan Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY), satu yayasan dengan Institut Pertanian STIPER (INSTIPER) Yogyakarta.

Lebih lanjut, Dr. Sri Gunawan mengungkapkan bahwa setiap tahun jumlah mahasiswa terus meningkat atau bertambah, sejak tahun pertama, dan pada 2024 sejumlah 570 mahasiswa. Dalam penyelenggaraan pendidikan, untuk Diploma I perkuliahan hanya ditempuh 8 bulan dan 4 bulan (praktik/magang di perusahaan), mengacu pada kurikulum yang dirancang khusus untuk keperluan industri sawit.

“Selain mendapat gelar (Ahli Pratama), alumni AKPY STIPER juga dibekali dengan sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Standar Profesi (BNSP). Inilah yang menjadi bekal bagi alumni AKPY-STIPER untuk terjun di dunia industri (perusahaan perkebunan sawit). Alumni AKPY STIPER tidak hanya memiliki ijazah (Ahli Pratama) melainkan mempunyai sertifikat yang menjadi bukti alumni AKPY STIPER memiliki kompetensi di bidangnya,” ungkapnya.

Mahasiswa AKPY-STIPER dengan pembelajaran yang mengacu pada kurikulum yang dirancang khusus menjadi daya tarik bagi perusahaan perkebunan sawit. Hal ini dibuktikan dengan setiap tahunnya banyak perusahaan perkebunan sawit yang melakukan indent.

“Puluhan perusahaan perkebunan sawit, setiap tahunnya melakukan seleksi untuk perekrutan untuk program magang sekaligus on job training. Jadi, hampir setiap tahunnya kami menyelenggarakan prosesi wisuda secara online, karena seluruh wisudawan berapa di lokasi magang. Ini membuktikan pendidikan vokasi yang diselenggarakan berdampak pada industri (perusahaan perkebunan),” kata Dr. Sri Gunawan.

“Maka, kami berharap dengan adanya program Kampus Berdampak, tak terkecuali kampus-kampus pertanian dapat memberikan dampak yang besar dan dapat mewujudkan Indonesia Emas pada 2045 melalui sektor pertanian,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum APTSIPI, Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardana, M.P., sekaligus Rektor Universitas Bhakti Asih Tangerang, mengutarakan pihaknya menghaturkan terima kasih kepada AKPY STIPER yang telah berkenan menjadi tuan rumah diadakannya FGD Kampus Berdampak, salah satu kegiatan dari APTSIPI.

“Dukungan besar telah diberikan oleh AKPY-STIPER, sehingga dapat terlaksana kegiatan FGD, yang dihadiri Wamen (Prof. Fauzan) dan Dr. Berry Juliandi, M.Si. (Direktur Belmawa). Ini adalah kebanggaan bagi kami bisa mengadakan acara yang mendapat dukungan moral dan material oleh AKPY STIPER, dan dihadiri pejabat dari pemerintah pusat sehingga menjadikan kami lebih semangat dalam menjalankan roda organisasi untuk memberikan sumbangsih pemikiran agar dapat berkontribusi sektor pertanian Indonesia dengan berbagai program sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujarnya, dengan bangga.

Artikel Terkait