• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

AKPY-STIPER Bentuk Karakter dan Kenalkan Dunia Kebun kepada 862 Mahasiswa Baru

UNGARAN, SAWIT INDONESIA — Memasuki dunia pendidikan perkebunan, mahasiswa baru Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-STIPER) tidak hanya langsung diperkenalkan dengan pembelajaran di ruang kelas. Mereka terlebih dahulu mengikuti rangkaian kegiatan Bina Mental, Fisik, Disiplin dan Kenal Kebun (BINTALFISDISBUN) Tahun Akademik 2026/2027 sebagai bagian dari pembentukan karakter sekaligus pengenalan terhadap dunia perkebunan kelapa sawit.

Kegiatan tersebut diikuti 862 mahasiswa baru dari jenjang Diploma 1 dan Diploma 2. Rangkaian BINTALFISDISBUN diawali dengan kegiatan Bintalfisdis (Bina Mental, Fisik dan Disiplin) di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta pada 28 September–2 Oktober 2026. Selanjutnya, mahasiswa mengikuti kegiatan Kenal Kebun pada 5–9 Oktober 2026 di SEAT (KP2 STIPER), Ungaran, Jawa Tengah.

Direktur AKPY-STIPER, Dr. Sri Gunawan, SP, MP, IPU, mengatakan BINTALFISDISBUN merupakan rangkaian kegiatan yang diberikan kepada mahasiswa baru untuk membangun karakter sekaligus memperkenalkan lingkungan dan aktivitas perkebunan sejak awal masa pendidikan.

“BINTALFISDISBUN merupakan rangkaian kegiatan bagi mahasiswa baru sebagai upaya membentuk karakter dan memberikan pengenalan terhadap dunia perkebunan, khususnya kelapa sawit,” ujar Dr. Sri Gunawan.

Menurutnya, pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam pendidikan vokasi perkebunan. Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga harus memiliki mental, fisik dan kedisiplinan yang mendukung kesiapan mereka memasuki dunia kerja.

Pada tahap Bintalfisdis, mahasiswa mendapatkan pembinaan dari instruktur Akademi Angkatan Udara Yogyakarta. Materinya diarahkan untuk memperkuat mental, fisik dan disiplin, sekaligus membangun wawasan kebangsaan, bela negara dan jiwa korsa.

“Mahasiswa perlu memiliki karakter yang kuat, disiplin dan mampu bekerja sama. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting ketika mereka nantinya berada di lingkungan perkebunan,” katanya.

Setelah menjalani pembinaan di AAU Yogyakarta, mahasiswa kemudian mengikuti tahap Kenal Kebun. Pada tahap ini, mahasiswa mulai diperkenalkan lebih dekat dengan dunia perkebunan melalui pembelajaran dan pengalaman yang diberikan oleh dosen senior, instruktur perkebunan serta praktisi perkebunan kelapa sawit.

Dr. Sri Gunawan menjelaskan, Kenal Kebun menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk memahami bahwa perkebunan bukan hanya persoalan teori, tetapi juga membutuhkan kemampuan melihat, memahami dan menangani kondisi nyata di lapangan.

“Sejak awal mahasiswa perlu mengenal kebun. Mereka harus memahami bagaimana pengetahuan yang diperoleh dalam pendidikan nantinya diterapkan dalam kegiatan perkebunan,” jelasnya.

Melalui rangkaian tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman awal mengenai karakter pekerjaan di sektor perkebunan kelapa sawit, sekaligus mengenal budaya kerja yang menuntut kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama dan ketangguhan.

Diikuti Mahasiswa D1 dan D2

Sebanyak 862 mahasiswa yang mengikuti BINTALFISDISBUN berasal dari empat program studi pada jenjang Diploma 1 dan Diploma 2.

Jenjang Diploma 1 terdiri atas Program Studi Pembibitan Kelapa Sawit dan Pemeliharaan Kelapa Sawit. Sementara jenjang Diploma 2 meliputi Program Studi Budidaya Kelapa Sawit dan Teknik Pengolahan Kelapa Sawit.

Dr. Sri Gunawan juga menyampaikan terima kasih kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Kementerian Pendidikan melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang telah memberikan kepercayaan kepada AKPY-STIPER untuk mendidik mahasiswa.

Ia berharap mahasiswa baru dapat memanfaatkan kesempatan pendidikan tersebut dengan sebaik-baiknya, baik mereka yang mengikuti program beasiswa BPDP dan KIP maupun mahasiswa program reguler.

“Semoga mahasiswa baru dapat mengikuti seluruh proses pendidikan dengan baik dan nantinya menjadi SDM perkebunan kelapa sawit yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan karakter yang kuat,” ujarnya.

Bagi AKPY-STIPER, proses membentuk SDM perkebunan dimulai sejak mahasiswa memasuki pendidikan. BINTALFISDISBUN menjadi langkah awal untuk membangun karakter sekaligus membuka wawasan mahasiswa tentang dunia kebun yang kelak menjadi lingkungan kerja mereka.

Artikel Terkait