• Senin, 19 Oktober 2026
Berita Terbaru

AKPY Rampungkan Pelatihan SDMP 2026, Jangkau 2.619 Pekebun di Tujuh Provinsi

Yogyakarta, SAWIT INDONESIA — Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) merampungkan rangkaian pelatihan Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) 2026 dengan total 2.619 peserta dari tujuh provinsi dan 17 kabupaten. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pekebun kelapa sawit untuk mendorong produktivitas, efisiensi usaha, dan penerapan praktik perkebunan berkelanjutan.

Direktur AKPY, Dr. Sri Gunawan, S.P., M.P., IPU, mengatakan pelatihan dirancang untuk membekali pekebun dengan pengetahuan dan keterampilan teknis yang dapat diterapkan langsung dalam pengelolaan kebun. Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam menjawab tantangan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat.

Rangkaian pelatihan diawali di Kota Palembang dengan peserta dari Kabupaten Ogan Komering Ilir sebanyak 122 pekebun. Setelah menjangkau berbagai daerah, rangkaian kegiatan ditutup di Kota Bengkulu dengan peserta dari Kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah.

Secara keseluruhan, program ini menjangkau 2.619 peserta di 17 kabupaten yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Kabupaten Paser menjadi daerah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 454 orang, disusul Kabupaten Wajo sebanyak 299 orang dan Kotawaringin Timur sebanyak 237 orang.

Selanjutnya, peserta berasal dari Kabupaten Bengkulu Utara sebanyak 192 orang, Banggai 186 orang, Barito Utara 171 orang, Seluma 160 orang, Luwu Timur 149 orang, Ogan Komering Ilir 122 orang, Tanah Bumbu 118 orang, Bengkulu Selatan 115 orang, dan Luwu Utara 92 orang.

Adapun peserta dari Kabupaten Tanah Laut tercatat sebanyak 90 orang, Morowali 84 orang, Muko-Muko 76 orang, Bengkulu Tengah 39 orang, dan Morowali Utara 35 orang. Sebaran ini menunjukkan upaya memperluas akses pelatihan teknis bagi pekebun di berbagai sentra perkebunan kelapa sawit.

Materi Pelatihan dari Budidaya hingga Pemetaan

Modul pelatihan yang disampaikan AKPY mencakup berbagai aspek pengelolaan perkebunan, mulai dari teknis budidaya hingga pemetaan perkebunan. Materi tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan pekebun dalam mengelola kebun secara lebih terencana, efektif, dan produktif.

Pada aspek teknis budidaya, pekebun mendapatkan pembekalan mengenai praktik pengelolaan tanaman, pemeliharaan kebun, dan penerapan teknik budidaya yang baik. Pengetahuan tersebut diharapkan membantu pekebun mengoptimalkan potensi tanaman dan lahan yang telah dimiliki.

Pelatihan juga mencakup pengelolaan panen dan pascapanen. Pemahaman terhadap tahapan ini penting untuk membantu menekan kehilangan hasil, menjaga kualitas tandan buah segar (TBS), serta meningkatkan efisiensi kegiatan di kebun.

Sementara itu, modul pemetaan perkebunan memberikan pemahaman mengenai pentingnya data dan informasi spasial dalam pengelolaan kebun. Pemetaan dapat membantu pekebun mengenali kondisi dan batas lahan, mendukung pendataan kebun, serta menjadi dasar perencanaan kegiatan perkebunan yang lebih terarah.

Data perkebunan yang tertata juga semakin penting untuk mendukung ketertelusuran, pemenuhan persyaratan sertifikasi, dan pelaksanaan program pengembangan perkebunan rakyat. Dengan demikian, kemampuan teknis di lapangan perlu diimbangi dengan pengelolaan data kebun yang baik.

Menurut Sri Gunawan, keberhasilan program pengembangan SDM tidak cukup diukur dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan. Hal yang lebih penting adalah bagaimana pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan di kebun dan memberikan dampak terhadap produktivitas, efisiensi biaya, serta kualitas hasil panen.

Peningkatan kapasitas pekebun juga penting di tengah tantangan perkebunan kelapa sawit, termasuk tuntutan peningkatan produktivitas dan penerapan praktik perkebunan berkelanjutan. Dengan keterampilan budidaya dan pemahaman pemetaan yang lebih baik, pekebun diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lahan yang sudah dimiliki tanpa harus bergantung pada perluasan areal.

Program SDMP 2026 ini diselenggarakan melalui dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat pembangunan SDM perkebunan sekaligus mendorong peningkatan daya saing pekebun kelapa sawit di berbagai daerah.

Rampungnya rangkaian pelatihan menjadi langkah lanjutan dalam memperkuat kompetensi pekebun. Tantangan berikutnya adalah memastikan materi yang telah diberikan, mulai dari teknis budidaya hingga pemetaan perkebunan, benar-benar diterapkan di lapangan sehingga memberikan manfaat nyata bagi pengelolaan kebun, peningkatan produktivitas, dan kesejahteraan pekebun.

Artikel Terkait