Di batch I, AKPY melangsungkan dua pelatihan yaitu Teknis Budidaya Kelapa Sawit dan Manajemen & Administrasi Keuangan diikuti 144 peserta dari Kabupaten Muara Enim dan Musi Rawas Utara.
Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) kembali menyelenggarakan pelatihan petani sawit, sebagai implementasi dari program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS), dengan dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Ditjen Perkebunan (Ditjenbun) – Kementerian Pertanian.
Kali ini, lembaga pelatihan yang berkantor di Yogyakarta melangsungkan pelatihan batch pertama di Palembang (Sumatera Selatan), diadakan selama lima hari (7 – 11 Mei 2025). Pelatihan ini mencakup dua pelatihan yaitu; Teknis Budidaya Kelapa Sawit dan Manajemen & Administrasi Keuangan. Diikuti 144 peserta, terdiri dari 60 orang dari Kabupaten Muara Enim, dan 84 orang dari Musi Rawas Utara.
Program SDM PKS merupakan salah satu program dari BPDP bekerja sama dengan Ditjen Perkebunan (Kementerian Pertanian) untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, profesionalisme, kemandirian, dan daya saing para pekebun. Adapun sasaran peserta yaitu pekebun, keluarga pekebun, penyuluh, tenaga Pendamping, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang di sektor perkebunan sawit, dan masyarakat sekitar kebun.
Program yang diwujudkan dengan kegiatan pelatihan ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan dalam hal pengelolaan kebun atau budidaya tanaman sawit dan kemampuan mengelola keuangan dan administrasi kelembagaan pekebun. Agar lebih mandiri dan berkontribusi secara optimal dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dan produktif.
Direktur AKPY, Dr. Sri Gunawan, SP, MP, menyampaikan kegiatan pelatihan ini merupakan sinergi antara AKPY, BPDP, dan Ditjen Perkebunan dalam rangka mengimplementasi program pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit, terutama untuk petani.
“Tujuan dari pelatihan petani sawit antara lain memberikan pengertian dan pemahaman tentang cara budidaya kelapa sawit yang berkelanjutan(Good Management Practices), khususnya teknis budidaya tanaman kelapa sawit. Serta, meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemandirian, manajerial dan kewirausahaan yang berdaya saing perkebunan sawit berkelanjutan,” ujarnya, pada Kamis (8 Mei 2025), di Palembang.
Diungkapkan, Dr. Sri Gunawan, pelatihan yang melibatkan langsung para petani untuk memberikan pemahaman dan membuka pengetahuan perihal berbagai persoalan yang dihadapi sektor sawit.
“Saat ini, ada beberapa kendala yang dihadapi antara lain tanaman sawit yang sudah tua, bibit tidak bersertifikat: 93 juta bibit sawit setara 465.000 ha/th (3,2 jt ha selama 7 th terakhir), perubahan iklim, masalah air, tanah, Suhu, perawatan kurang (khususnya pemupukan kurang), dan masalah pencurian buah, serta masalah legalitas lahan,” ungkapnya.
“Maka, kami berharap dengan pelatihan ini, para petani kemampuan teknis budidaya sawit meningkat, terampil menerapkan ilmu yang sudah didapat, mampu menularkan kepada petani yang lain, sehingga produksi meningkat dan dibentuk klinik perkebunan. Serta mampu membentuk dan mengelola keuangan dan administrasi yang baik, kelembagaan yang sehat dan mandiri,” sambung, Dr. Sri Gunawan.
Dari informasi yang dihimpun tim Redaksi Majalah Sawit Indonesia, di tahun ini AKPY mendapat kesempatan memberikan pelatihan petani sawit (program Pengembangan SDM PKS), di di 5 Provinsi dengan rincian 10 kabupaten: Sumsel (5 Kab: Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, dan Muara Enim); Kalimantan Tengah (2 kab; Lamandau dan Sukamara); Kalimantan Barat (2 Kab; Bengkayang dan Sekadau); Sulawesi Selatan (Kab; Luwu Timur); Sulawesi Tengah (2 Kab; Morowali dan Morowali Utara).
Secara teknis, pelaksanaan pelatihan yang dilaksanakan selama 5 hari (7 – 11 Mei 2025) di salah satu hotel di Palembang, terbagi menjadi lima kelas. Masing-masing materi disampaikan oleh praktisi kebun dan akademisi sesuai di bidangnya. Selain itu, untuk melengkapi pengetahuan khusus peserta pelatihan Teknis Budidaya Sawit melakukan studi banding kekebun yang dikelola perusahaan perkebunan PT Binasawit Makmur anak usaha dari PT Sampoerna Agro, Tbk, pada Sabtu (10 Mei 2025).
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Agus Darwa, M.Si mengatakan pihaknya menyambut baik atas terlaksananya kegiatan pelatihan yang diikuti petani sawit dari Kabupaten Muara Enim dan Musi Rawas Utara.
(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 163)














