Palembang, SAWIT INDONESIA – Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) selaku mitra pelaksana pelatihan petani sawit program pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Kementerian Pertanian RI, telah tuntaskan 4 batch (pelatihan) di Sumatera Selatan.
Batch I, pelatihan diikuti 144 peserta (petani sawit) secara rinci, 84 peserta dari Kabupaten Musi Rawas Utara dan 60 peserta dari Muara Enim, dengan dua jenis pelatihan; yaitu Teknis Budidaya Kelapa sawit dan Manajemen & Administrasi Keuangan. Pelatihan ini dilaksanakan pada 8 – 12 Mei 2025, di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).
Batch II, pelatihan diikuti 155 peserta yang terdiri 123 peserta (petani sawit) dari Kabupaten Musi Rawas (pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit), dan 32 peserta dari kabupaten Ogan Komering Ilir/OKI (pelatihan Manajemen dan Administrasi Keuangan), yang dilaksanakan pada 21 – 25 Mei 2025, di Palembang.
Sementara, untuk batch III diikuti 161 peserta (petani sawit) dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dengan pelatihan ‘Teknis Budidaya Kelapa Sawit’, yang dilaksanakan pada 11 – 15 Juni 2025, di Palembang.
Sedangkan, batch IV diikuti 185 peserta (petani sawit) dari Kabupaten Muba dengan dua pelatihan yakni pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit (160 peserta) dan Manajemen & Administrasi Keuangan (25 peserta), yang terlaksana pada 18 – 22 Juni 2025, dikota yang sama.
Pelatihan di atas sebagai upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) petani sawit. Hal ini diperlukan agar dapat meningkatkan produktivitas, kualitas hasil, dan keberlanjutan usaha perkebunan kelapa sawit. Dengan SDM kompeten, petani dapat mengelola kebun secara lebih efisien, dan beradaptasi dengan tantangan yang ada.
Direktur AKPY, Dr. Sri Gunawan, SP,MP mengatakan Direktur AKPY, Dr. Sri Gunawan, SP,MP, menyampaikan kegiatan pelatihan ini terlaksana adanya kerjasama dan sinergi antara AKPY, Ditjenbun dan BPDP, dalam rangka mengimplementasi program pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit, terutama untuk petani.
“Tujuan dari pelatihan petani sawit antara lain memberikan pengertian dan pemahaman tentang cara budidaya kelapa sawit yang berkelanjutan (Good Management Practices), khususnya teknis budidaya tanaman kelapa sawit. Serta, meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemandirian, manajerial dan kewirausahaan yang berdaya saing perkebunan kelapa sawit berkelanjutan,” ujarnya, di Palembang.
“Maka melalui pelatihan, para petani memiliki kemampuan teknis budidaya sawit yang meningkat, serta mampu membentuk dan mengelola keuangan dan administrasi yang baik untuk mewujudkan kelembagaan petani (koperasi) yang sehat dan mandiri. Untuk itu, usai pelatihan para petani diharapkan terampil menerapkan ilmu yang sudah didapat dan mampu menularkan kepada petani yang lain, sehingga produksi meningkat dan dibentuk klinik perkebunan,” imbuh, Dr. Sri Gunawan.
Materi disampaikan secara inovatif
Dalam pelaksanaannya, AKPY melibatkan praktisi kebun dan akademisi yang ahli di bidangnya sesuai dengan kelas pelatihan (Teknis Budidaya Kelapa Sawit dan Manajemen & Administrasi Keuangan). Sedangkan dalam penyampaian materi dilakukan dengan cara ceramah, diskusi dan praktik. Dan, untuk mengurangi kejenuhan peserta yang terbiasa berkegiatan di lapangan (kebun), pihak AKPY menambahkan sesi ice breaking (penyegaran) dan outbond yang disampaikan oleh tim outbond profesional yaitu Ilalang Adventure.
Berikut ini materi-materi yang disampaikan antara lain, untuk pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit, antara lain Regulasi & Kebijakan, prosedur pengadaan bahan tanam, persiapan lahan, persiapan penanaman dan tanam, (termasuk penanaman, penyisipan, dan konsolidasi), pemeliharaan tanaman (Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM), dan pengendalian organisme penggangguTanaman (OPT), dan Kunjungan dan praktik lapangan.
Sedangkan untuk materi pada pelatihan Materi Manajemen & Administrasi Keuangan, di antaranya pembukuan, administrasi keuangan, pengelolaan kredit (pengajuan dan pengembalian), pengajuan, pengembalian dan persyaratan kredit, persyaratan Simpan Pinjam, penyusunan proposal usaha, administrasi produksi; Administrasi Bahan, Administrasi Tenaga dan mekanisme penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS).
“Pada sesi kunjungan, para peserta mendapat kesempatan melihat langsung pembibitan dan kebun sawit yang dikelola perusahaan perkebunan. Tujuannya, agar para peserta bisa membandingkan kebun yang dikelola dengan Good Agricultural Practices (GAP) oleh perusahaan. Harapannya bisa mencontoh dan mempraktikkan dengan baik dan benar” kata Dr. Sri Gunawan.
“Sedangkan untuk peserta pelatihan Manajemen dan Administrasi Keuangan harapannya, bisa mengelola kelembagaan petani (koperasi) agar lebih baik, keuangan kelembagaan yang sehat dan mandiri,” tambahnya saat sambutan di acara penutupan pelatihan petani sawit, pada Minggu (23 Juni 2025), di Palembang.
Pelatihan batch I dan III berkunjung keperusahaan perkebunan (PT Sampoerna Agro), batch II mengunjungi perusahaan perkebunan (PT Tania Selatan), dan batch IV melakukan kunjungan ke dua perusahaan perkebunan (PT Sawit Mas Sejahtera dan PT Minanga Ogan).
AKPY sesuai jadwal akan melaksanakan pelatihan petani sawit di Provinsi yang berbeda. Sesuai dengan informasi, lembaga pelatihan yang berkantor di Yogyakarta ini, melaksanakan pelatihan di beberapa provinsi yaitu Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.














