• Kamis, 1 Oktober 2026
Berita Terbaru

Air Molek 2 Siap Replanting 862 Hektare Sawit Renta pada 2026

Indragiri Hulu, SAWIT INDONESIA - PTPN IV Regional III melalui Kebun Air Molek 2 di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, menyatakan kesiapan untuk melaksanakan program peremajaan sawit (replanting) seluas 862 hektare pada 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga keberlanjutan usaha sekaligus memperkuat fondasi produksi jangka panjang.

Program tersebut dijadwalkan mulai berjalan pada Mei hingga Juli 2026 dan ditargetkan tuntas pada akhir Desember 2026. Peremajaan difokuskan pada tanaman sawit yang telah melewati usia ekonomis, dengan rincian Afdeling 2 seluas 126 hektare, Afdeling 3 seluas 536 hektare, dan Afdeling 6 seluas 200 hektare.

Manajer Kebun Air Molek 2, Eka Surya Darmawan, menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis yang telah dirancang secara terukur dalam rencana kerja perusahaan.

“Tanaman yang sudah melewati puncak produktivitas harus segera diperbarui agar kesinambungan produksi tetap terjaga. Ini bukan sekadar pergantian tanaman, tetapi investasi jangka panjang,” kata dia di Indragiri Hulu, Ahad (1/3/2026).

Menurut Eka, pembaruan tanaman menjadi instrumen penting dalam menjaga daya saing perusahaan sekaligus mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan pangan dan energi nasional. Dengan struktur tanaman yang lebih muda dan seragam, potensi peningkatan produktivitas dinilai dapat lebih terukur dalam beberapa tahun mendatang.

Sepanjang 2025, Kebun Air Molek 2 mencatatkan kinerja solid dengan produksi mencapai 44.887 ton tandan buah segar (TBS). Produktivitas tanaman (protas) berada di angka 19,4 ton per hektare, mencerminkan efektivitas pengelolaan kebun di tengah siklus tanaman yang beragam.

Sepanjang 2025, Kebun Air Molek 2 mencatatkan kinerja solid dengan produksi mencapai 44.887 ton tandan buah segar (TBS). Produktivitas tanaman (protas) berada di angka 19,4 ton per hektare, mencerminkan efektivitas pengelolaan kebun di tengah siklus tanaman yang beragam.

“Kami ingin memastikan bahwa keberhasilan hari ini tidak berhenti pada angka produksi, tetapi berlanjut dalam bentuk kesinambungan usaha untuk jangka panjang,” katanya.

Langkah strategis ini juga sejalan dengan agenda induk perusahaan, PTPN IV PalmCo, yang mendorong peningkatan produktivitas hingga 7 ton crude palm oil (CPO) per hektare.

Target tersebut menjadi tonggak transformasi operasional berbasis efisiensi dan keberlanjutan. Saat ini, PTPN IV Regional III telah ditetapkan sebagai pilot project dalam upaya pencapaian produktivitas 7 ton CPO per hektare. Secara nasional, produktivitas CPO rata-rata masih berada di kisaran 3–4 ton per hektare.

Sementara itu, Regional III telah mencapai 5,06 ton per hektare dan terus bergerak menuju target yang dicanangkan. Sepanjang tahun lalu, Regional III juga telah menjalankan peremajaan sawit renta dan konversi dengan total luas 2.396,45 hektare.

Program tersebut mencakup Kebun Lubuk Dalam seluas 503,85 hektare, Terantam 649 hektare, serta Sei Berlian 300 hektare. Selain itu, konversi seluas 943 hektare dilakukan di Kebun Air Molek I pada tahun ini. Eka menambahkan bahwa peremajaan tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga mendorong efisiensi biaya perawatan dan menjaga stabilitas pasokan bahan baku pabrik dalam jangka panjang.

Dengan tanaman yang sehat dan produktif, perusahaan memiliki ruang lebih luas untuk meningkatkan margin serta memastikan kesinambungan operasional. Melalui program replanting 862 hektare ini, Kebun Air Molek 2 menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan usaha secara menyeluruh, mulai dari produktivitas, efisiensi, hingga daya saing.

Di tengah tantangan industri yang semakin kompleks, peremajaan tanaman menjadi pijakan strategis untuk memastikan pertumbuhan yang konsisten dan berkelanjutan.

Sumber: kabarbumn.com

Artikel Terkait